Suami Dipenjarakan Istri Usai Gelapkan Motor

29 November 2018 - 17:50 WIB
Habrianto Setiawan (rompi merah) mendengarkan keterangan Sunanik dan Eny Kusumawati saat bersaksi.

SURABAYA (surabayapost.id) – Habrianto Setiawan terpaksa harus meringkuk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (29/11/2018). Pria potongan cepak ini diadili setelah dilaporkan oleh istrinya sendiri ke polisi.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati menjelaskan, Habrianto dilaporkan ke polisi oleh istrinya yaitu Sunanik pada Agustus 2018. Laporan polisi dilakukan lantaran Sunanik kesal melihat ulah Habrianto terhadap dirinya.

Bagaimana tidak kesal, Habrianto nekat menggelapkan sepeda motor milik Eny Kusumawati yang merupakan majikan kerja Sunanik. Padahal motor jenis matic itu dipinjamkan Eny kepada Sunanik untuk operasional kerja sehari-hari.

“Terdakwa berdalih meminjam, namun tanpa seizin Sunanik sepeda motor justru digelapkan dengan cara digadaikan kepada orang lain seharga Rp 3 juta,” ujar JPU Maryani saat membacakan surat dakwaan.

Kesal dengan ulah Habrianto, Sunanik akhirnya tak lagi mempedulikan biduk rumah tangganya. Sunanik akhirnya melaporkan suaminya tersebut ke polisi. “Terdakwa telah melakukan perbuatan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP,” tegasnya.

Usai mendengar dakwaan, sidang dilanjut dengan agenda pemeriksaan dua saksi yaitu Sunanik dan Eny Kusumawati. Dalam kesaksiannya, Sunanik mengaku jengkel terhadap perbuatan Habrianto yang sudah sering dilakukannya. “Saya jengkel,” ujar Sunanik.

Ia menambahkan, meski dirinya dan Habrianto masih terikat hubungan suami-istri, namun dirinya harus bersikap tegas. Sunanik berharap hukuman ini bisa membuat Habrianto berubah. “Setelah menggelapkan motor, Habrianto tidak pulang. Ponselnya tidak bisa dihubungi, sehingga saya ambil jalur hukum. Dan baru bertemu setelah ditangkap Polsek Lakarsantri,” pungkasnya.

Sementara itu, Eny Kusumawati membenarkan bahwa motor yang digelapkan Habrianto adalah miliknya yang dijadikan kendaraan operasional oleh saksi Sunanik. “Saudara Sunanik karyawan saya. Motor itu saya pinjamkan sebagai kendaraan operasional,” ucapnya.

Atas keterangan Sunanik dan Eny, Habrianto tidak membantahnya. Habrianto malah mengaku masih mencintai Sunanik meski telah menjebloskan dirinya ke penjara. “Saya masih sayang sama istri saya,” ucapnya yang disambut gelak tawa pengunjung sidang. (fan)