Terbukti Lakukan Penggelapan, Mat Jepang Dibui 1 Tahun

6 March 2019 - 21:21 WIB
Mat Hori alias Mat Jepang (rompi merah) usai mendengar pembacaan surat tuntutan pada sidang di PN Surabaya, Rabu (6/3/2019).

SURABAYA (surabayapost.id) – Mat Hori alias Mat Jepang (61), terdakwa kasus penggelapan akhirnya divonis 1 tahun penjara. Hukuman itu dijatuhkan, setelah Mat Jepang terbukti menggelapkan uang sewa tanah milik Sie Probowahyudi di Jalan Kalisari, Mulyosari, Surabaya.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Mat Hori alias Mat Jepang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 1 tahun,” ujar ketua majelis hakim Maxi Sigarlaki membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (6/3/2019).

Dalam pertimbangannya, hakim Maxi menjelasakan bahwa sebagai terdakwa, Mat Jepang telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 372 KUHP. Sehingga hukuman 1 tahun penjara dianggap layak dijatuhkan kepada Mat Jepang.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ratna Fitri Hapsari. Sebelumnya, JPU dari Kejati Jatim ini menuntut Mat Jepang dengan hukuman 1,5 tahun penjara.

Atas vonis tersebut, Mat Jepang langsung menyatakan untuk mengajukan upaya hukum banding. Keputusan banding itu diajukan Mat Jepang usai dirinya berdiskusi dengan kuasa hukumnya.

Dalam kasus ini, Mat Jepang yang merupakan preman terkenal di kawasan Surabaya Timur ini didakwa dengan tiga pasal alternatif yakni pasal 406 ayat 1 KUHP, pasal 167 KUHP, dan pasal 372 KUHP. Dalam kasus ini, Mat Jepang dilaporkan ke polisi setelah melakukan penggelapan uang sewa tanah yang berlokasi di Jalan Kalisari, Mulyosari, Surabaya, milik Sie Probowahyudi (korban).

Perbuatan tersebut dilakukan Mat Jepang pada 2013 dan dilaporkan ke polisi pada 2017. Saat itu, Sie Probowahyudi sempat menegur Mat Jepang mengapa properti miliknya dibongkar, padahal hak sewanya akan berakhir pada 2053. Namun Mat Jepang justru emosi terhadap Sie Probowahyudi. (aha)