Terbukti Memalsukan, Pengusaha Surabaya Dibui 2 Tahun

24 April 2019 - 20:50 WIB
Wong Daniel Wiranata tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus pemalsuan.

SURABAYA (surabayapost.id) – Wong Daniel Wiranata, terdakwa kasus pemalsuan dengan modus proyek PDAM fiktif dijatuhi vonis 2 tahun penjara. Pengusaha asal Surabaya ini dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Wong Daniel Wiranata terbukti bersalah melakukan pemalsuan. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Wong Daniel Wiranata dengan pidana penjara selama 2 tahun,” kata ketua majelis hakim Maxi Sigarlaki saat membacakan amar putusannya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (24/4/2019).

Hakim Maxi menyatakan, Wong Daniel terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima uang miliaran rupiah dari Soetrisno Diharjo (pelapor) atas pemalsuan yang lakukannya. Selain itu, hakim Maxi juga menyatakan, Wong Daniel telah melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP.

Hal-hal yang memberatkan diantaranya, perbuatan Wong Daniel telah merugikan orang lain dan meresahkan masyarakat. Sementara itu, hal-hal yang meringankan yaitu Wong Daniel belum pernah dihukum dan bersikap sopan di persidangan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ludjeng Andayani yakni 5 tahun penjara. Atas vonis tersebut, Wong Daniel menyatakan pikir-pikir. Sementara JPU langsung menyatakan banding.

Kasus ini bermula saat Wong Daniel mengajak kerjasama saksi Probo untuk memodali proyek Pengadaan Kran dan Valve dari PDAM Kota Balikpapan pada bulan Oktober 2014 dengan janji keuntungan 50 persen. Dengan bujuk rayunya itulah, akhirnya saksi Probo menyerahkan modal yang diberikan secara secara bertahap dengan total Rp 12 miliar melalui Soetrisno Diharjo.

Merasa tertipu, Soetrisno akhirnya meminta agar Wong Daniel segera mengembalikan uang tersebut. Wong Daniel kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menerbitkan Bilyet Giro (BG) Bank BNI sebesar Rp 14,9 miliar. Selanjutnya Wong Daniel membuat stempel palsu atas nama PDAM Kota Balikpapan yang digunakan untuk menstempel BG tersebut.

Namun saat BG tersebut hendak dicairkan, diketahui bahwa ternyata BG tersebut palsu. Tak terima, akhirnya Wong Daniel dilaporkan ke Polda Jatim. Wong Daniel akhirnya dijerat dengan pasal 263 KUHP jo pasal 266 KUHP dan pasal 378 KUHP. (aha/fan)