Terdakwa Tabrak Wali Murid Marlion School Jalani Sidang Perdana

22 May 2019 - 15:57 WIB
Imelda Budianto, terdakwa kasus dugaan penganiayaan saat menjalani sidang di PN Surabaya.

SURABAYA (surabayapost.id) – Imelda Budianto, terdakwa kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban Lauw Vina alias Vivi luka berat akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (22/5/2019). Dalam kasus ini, Imelda terancam hukuman 5 tahun penjara.

Saat membacakan surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis mengatakan, terdakwa dianggap melakukan perbuatan dalam pasal 351 ayat 1 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Kasus ini terjadi pada 25 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB di Marlion Internasional School. Terdakwa saat itu menjemput anaknya di Marlion Internasional School dengan mengendarai mobil Sienta bersama suaminya yang duduk di kursi penumpang,” ujarnya.

Setelah menjemput anaknya dan hendak keluar dari parkiran, mobil terdakwa terhalangi oleh mobil milik Lauw Vina. Saat itu, Lauw Vina hendak mengganti pakaian anaknya yang ada di sekolah Marlion dan memarkirkan mobilnya secara pararel dan selanjutnya langsung masuk ke gedung sekolah.

Kemudian terdakwa membunyikan klakson berkali-kali hingga datang saksi Agus Supriyanto yang selanjutnya memanggil saksi Lauw Vina dan meminta agar memindahkan mobilnya karena menjalani jalan. “Kemudian Lauw Vina berjalan menuju ke mobilnya dan melewati mobil terdakwa. Saat itu juga terdakwa membuka kaca mobil dan mencaci maki Lauw Vina,” ujar JPU Darwis.

Namun Lauw Vina tidak menghiraukannya lalu memarkirkannya. Setelah Lauw Vina memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan melewati mobil terdakwa. Saat itu, terdakwa membunyikan klakson secara terus menerus. “Bahwa dengan terbawa emosi, saat Lauw Vina berjalan searah dengan mobil terdakwa dan terdakwa menjalankan mobilnya ke arah Lauw Vina hingga mobil terdakwa menyerempet Lauw Vina dan spion mobil terdakwa mengenai lengan kanan Lauw Vina sehingga membuat saksi terjatuh sedangkan terdakwa tetap mengendarai mobilnya,” pungkasnya. (aha/fan)