Tiga Hakim PN Surabaya Dilaporkan ke Bawas MA

24 June 2019 - 22:31 WIB
Majelis hakim yang diketuai Dedi Fardiman saat bertugas menjalankan persidangan.

SURABAYA (surabayapost.id) – Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dilaporkan ke Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA). Hal itu dilakukan karena ketiga hakim itu dituding telah menghilangkan keterangan saksi pada salinan putusan.

Hilangnya keterangan saksi itu terdapat di salinan putusan gugatan PT Inter Sport Marketing (ISM) terhadap Bali Luxury Villa & Spa atas pelanggaran hak cipta siaran Piala Dunia 2014. Dalam gugatan ini, hotel yang berlokasi di Jalan Mertanadi, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali ini digugat ganti rugi total mencapai Rp 1 triliun.

Namun dalam sidang, majelis hakim yang diketuai Dedi Fardiman dengan dua hakim anggota yaitu Hariyanto dan Sarwedi menolak gugatan PT ISM. “Saat ini perkaranya masuk ke kasasi. Tentu ketika ada keterangan saksi (meringankan Bali Luxury Villa & Spa) yang tidak dimasukkan ke salinan putusan, maka kami yang dirugikan,” kata Yoyok Wijaya, kuasa hukum Bali Luxury Villa & Spa di PN Surabaya, Senin (24/6/2019).

Tiga hakim yang dilaporkan yaitu Dedi Fardiman, Hariyanto, dan Sarwedi. Tidak hanya melaporkan ke MA, ketiga hakim tersebut juga melaporkan masalah ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman RI, Komisi III DPR RI, dan Pengadilan Tinggi Jatim. “Ini ada apa keterangan saksi kok dihilangkan? Ini mafia peradilan,” tegas Yoyok.

Setidaknya ada dua keterangan saksi yang tidak dimasukkan dalam perkara gugatan nomor 22/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2018/PN Niaga.Sby ini. Pertama, keterangan saksi Firmanda yang mengatakan bahwa, apabila hotel/villa berlangganan TV Kabel/TV berbayar, maka siaran piala dunia pada ANTV dan TV One tidak akan bisa diakses/diblokir. ltu sudah ada ketentuannya dengan pemegang hak siar yaitu PT ISM.

Lalu keterangan saksi Listyono Sinung Raharja yang mengatakan bahwa di Villa Bali Rich & Spa tidak ada acara nonton bareng, spanduk/pamflet ajakan nonton bareng. Saksi juga menerangkan, apabila pihak hotel berlangganan TV Kabel/TV berbayar, maka tidak mungkin hotel bisa menyiarkan siaran piala dunia dari TV One maupun ANTV, karena siaran pila dunia dari kedua chanel tersebut akan diblokir. Itu sudah ketentuan atau perjanjiannya dengan pemegang lisensi hak siar di Indonesia, yakni PT ISM.

Sementara itu, Nursyam, Ketua PN Surabaya mengatakan, tidak masalah dengan adanya laporan tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan hak dari seorang pengacara.

Ia menjelaskan, keterangan saksi memang tidak perlu lagi dimasukkan dalam salinan putusan. Pasalnya, keterangan saksi itu sudah masuk dalam Berita Acara Persidangan (BAP). BAP sendiri sudah menjadi satu bagian dari salinan putusan. “Yang dimasukkan dalam salinan putusan paling ya hanya nama-nama saksi saja,” terang Nursyam. (aha/fan)