Tiga Saksi Dihadirkan di Sidang Kasus Penganiayaan, Ini Keterangannya

17 July 2019 - 20:05 WIB
Sumianto Tarni, Kepala Sekolah Merlion International School saat memberikan keterangannya sebagai saksi.

SURABAYA (surabayapost.id) – Sidang kasus dugaan penganiyaan dengan terdakwa Imelda Budianto kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (17/7/2019). Tiga saksi dihadirkan pada sidang kali ini.

Tiga saksi yang dihadirkan di persidangan yaitu Sumianto Tarni, Kepala Sekolah Marlion; Asraf Fauzi, Dokter Spesialis Saraf RS Mitra Keluarga; dan Bagus Putra Nusantara, Guru Merlion Internasional School. Ketiganya diperiksa sebagai saksi secara terpisah.

Dalam keterangannya, Asraf Fauzi mengatakan, korban Lauw Vina alias Vivi mengalami luka-luka memar di kaki dan tangan. Karena luka-luka tersebut, Vivi kemudian dirawat inap selama tiga hari di RS Mitra Keluarga.

Sementara itu saksi kedua yaitu Sumianto Tarni mengatakan, dirinya sempat memfoto luka-luka yang diderita Vivi. Selain itu, Sumianto juga sempat menyarankan agar terdakwa Imelda segera menyelesaikan masalah ini karena korban telah melaporkan kasus ini ke polisi.

Saksi ketiga yaitu Bagus Putra Nusantara menjelaskan bahwa saat itu dirinya melihat ada seseorang yang ditabrak. “Ada mobil dari area parkir, sedangkan korban sedang berjalan menuju ke saksi. Posisi saksi sendiri berada di sebelah kanan,” ujar Bagus.

Usai sidang, Andry Ermawan, kuasa hukum Vivi mengatakan, dari keterangan ketiga saksi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa terdakwa Imelda memang sengaja menabrak Vivi. “Dari keterangan saksi maka hal itu menguatkan adanya dugaan penganiayaan,” katanya.

Perlu diketahui, terdakwa Imelda didakwa melakukan penganiayaan dengan cara menabrakan mobil yang dikendarainya ke korban Lauw Vina. Terdakwa Imelda dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dan pasal 360 KUHP. (aha/fan)