MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – APERSI Jawa Timur mengusulkan pengembangan rumah susun subsidi di kawasan perkotaan sebagai solusi keterbatasan lahan dalam program 3 juta rumah. Ketua DPD APERSI Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh, mengungkapkan bahwa harga rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah ditetapkan pemerintah sebesar Rp166 juta, namun harga tanah di lokasi strategis sudah sangat tinggi.
“Di kota-kota besar, seharusnya memang dibangun ke atas. Di sinilah peran pemerintah harus hadir,” kata Makhrus, Selasa (27/1/2026). APERSI Jawa Timur juga menyoroti tantangan lainnya, seperti perizinan yang belum seragam di setiap daerah, sehingga memakan waktu lama.
Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Brigjen Pol Dr Aziz Andriansyah, menyatakan bahwa pemerintah pusat berkomitmen menjalin sinergi dengan seluruh ekosistem perumahan untuk mendorong kelancaran pembangunan program 3 juta rumah.
Dengan demikian, APERSI Jawa Timur berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan pengembangan rumah susun subsidi untuk mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan aksesibilitas perumahan bagi masyarakat. (lil).
