MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, temuan belatung dalam puding stroberi yang dibagikan ke sejumlah sekolah di wilayah Lowokwaru memicu keluhan orangtua siswa.
Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2, Julffa Hannan, mengakui adanya kelalaian dalam proses pengolahan menu tersebut. “Namanya pelayan publik, kami pasti mengakui kesalahan. Kurang teliti atau bagaimana,” ujar Julfa saat ditemui di SPPG, Selasa (3/3/2026).
Pihak SPPG mengaku, temuan belatung pada puding stroberi dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, sementara distribusi makanan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB. Menu hari itu terdiri dari lima item, yakni puding stroberi, susu UHT, muffin cokelat, kaki naga, dan kacang kribo, dengan total biaya mencapai Rp13.300 per porsi.
Julfa mengklaim, stroberi yang digunakan telah dicuci menggunakan air garam selama kurang lebih 20 menit oleh relawan. Namun ia mengakui bahwa buah tersebut memang tergolong bahan yang riskan.
SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 melayani 12 sekolah dengan total 2.319 porsi MBG per hari. Dari jumlah tersebut, terdapat lima sekolah yang melaporkan keluhan terkait temuan pada puding stroberi.
Pihaknya mengaku telah merespons cepat laporan dari sekolah dan orangtua. SPPG juga telah mengumumkan agar puding stroberi tidak dikonsumsi dan menjanjikan penggantian khusus untuk menu yang dilaporkan bermasalah.
“Kita akan ganti dengan porsi lebih di menu selanjutnya. Kita akan evaluasi atas kejadian ini,” tegas Julfa. (lil).
