Wali Kota Malang Usulkan Kawasan Terintegrasi Pusat Kota Malang Dapat Dana Bank Dunia

Wali Kota Wahyu Hidayat. (Sumber: malangkota.go.id).
Wali Kota Wahyu Hidayat. (Sumber: malangkota.go.id).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan pengembangan kawasan terintegrasi yang menghubungkan Kayutangan Heritage, Alun-Alun Kota Malang, Balai Kota Malang, kawasan Splendid, Stasiun, hingga Kampung Warna-Warni Jodipan dan sekitarnya. Proyek ini diusulkan mendapat dukungan pembiayaan dari World Bank (Bank Dunia).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa konsep kawasan terintegrasi tersebut telah dipaparkan kepada pihak Bank Dunia dan mendapat respons positif. “Dari Bank Dunia ini, kita sudah ditawari terkait dengan kawasan yang terintegrasi antara Kayutangan Heritage, Alun-Alun, kawasan Splendid, Balai Kota, Stasiun, sampai dengan Kampung Warna-Warni dan lain-lain. Ini kita usulkan menjadi satu-kesatuan,” ujarnya.

Pemkot telah menyiapkan konsep menyeluruh, termasuk pengaturan lokasi pedagang kaki lima (PKL), kantong parkir, hingga titik-titik destinasi wisata yang akan dihidupkan kembali. “Nanti akan kita tempatkan mana PKL, mana parkir, mana tempat yang dihidupkan untuk wisata. Akhirnya menjadi satu kawasan yang baik, tertata, tidak ada halangan. PKL juga ada tempat, parkir juga ada tempat,” jelasnya.

Wahyu menambahkan bahwa pendekatan perubahan pola pikir (mindset) menjadi dorongan keberhasilan penataan di Kayutangan Heritage yang dinilai mampu menghidupkan kembali kawasan bersejarah dengan pendekatan tematik kolonial. (lil).

Baca Juga:

  • Wali Kota Malang Tekankan Persatuan dan Toleransi di Awal Safari Ramadan
  • Wali Kota Malang: Tunggu Aturan Pusat Soal THR ASN dan PPPK
  • Wali Kota Malang Pimpin Rapat FLLAJ, Cari Solusi Atasi Kepadatan Lalu Lintas dan PKL di Alun-alun Merdeka
  • Walikota Malang Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Pers dalam Tasyakuran HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI