Mahasiswa Unikama Desak Kampus Berbenah, 6 Tuntutan Utama Disuarakan

Rektor Unikama saat menemui mahasiswa yang melakukan aksi damai
Rektor Unikama saat menemui mahasiswa yang melakukan aksi damai

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar aksi damai di depan Gedung Rektorat pada Kamis (22/1/2026) untuk mendesak kampus segera berbenah dan memenuhi sejumlah tuntutan yang dinilai menyangkut hak dasar mahasiswa.

Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) Unikama, Am Adib ‘Abidtama, menjelaskan bahwa mahasiswa menyuarakan enam tuntutan utama, yaitu:

  1. Pembenahan fasilitas kampus, seperti ruang belajar ber-AC dan bangku-bangku lama yang tidak layak.
  2. Pembukaan kembali pagar utama di depan rektorat.
  3. Penghapusan denda keterlambatan pengambilan ijazah.
  4. Transparansi pengelolaan keuangan kampus.
  5. Kejelasan penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
  6. Perbaikan layanan biro akademik dan administrasi.
Aksi damai puluhan mahasiswa Unikama dengan enam tuntutan, Kamis (22/1/1026) siang.
Aksi damai puluhan mahasiswa Unikama dengan enam tuntutan, Kamis (22/1/1026) siang.

“Sejak awal kami sudah membayar uang pangkal, tapi pembangunan sangat minim. Akses pintu depan rektorat masih ditutup padahal itu akses utama,” jelas Adib di sela aksi.

Mahasiswa juga menyoroti kondisi infrastruktur kampus yang belum merata dan biaya wisuda yang masih dibebankan kepada mahasiswa angkatan 2022. Mereka menuntut agar biaya wisuda dihapuskan dan digantikan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Aksi mahasiswa ini berlangsung tertib dan damai, namun perbedaan sikap antara mahasiswa dan rektorat membuat penandatanganan tuntutan tidak terlaksana. Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si, menemui mahasiswa dan menyebut aksi penyampaian aspirasi tersebut sebagai hal yang wajar dan bagian dari upaya perbaikan kampus ke depan.

“Memang ada yang perlu disampaikan, ini hal yang lumrah. Aksi ini juga untuk kebaikan Unikama ke depannya. Untuk perbaikan infrastruktur kecil sudah kami lakukan, sedangkan perbaikan besar kami serahkan ke yayasan,” ujar Dul Aji.

Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya.
Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya.

Terkait pembukaan gerbang utama depan rektorat, Dul Aji menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan sengketa Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PTPGRI) dan menargetkan gerbang tersebut dapat dibuka pada Februari 2026.

Sementara itu, Ketua PPLP PT PGRI Malang, Dr. Christea Frisdiantara, mendukung aspirasi mahasiswa dan mengaku masih terus mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan di kampus. “Penyampaian aspirasi mahasiswa adalah sesuatu yang baik,” ujarnya.

Christea juga mengungkapkan bahwa tuntutan tersebut bukan kali pertama disampaikan. “Setahu saya, permintaan ini sudah berkali-kali disampaikan, namun karena belum ada realisasi yang jelas, mahasiswa memilih turun ke lapangan untuk menyuarakan aspirasi mereka,” pungkasnya. (lil).

Baca Juga:

  • Rektor Unikama Dipolisikan, Diduga Gelapkan Uang Kampus Rp 6,2 Miliar
  • Unikama Bernafas Lega: Cristea Frisdiantara Tunjukkan Legalitas Sah
  • Unikama Gelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Semester Ganjil 2021-2022 Secara Luring.