Alumni STPDN Bantu Semen Untuk Rumah Warga Korban Banjir

8 November 2021 - 19:33 WIB
Alummi STPDN usai salurkan bantuan semen

BATU (SurabayaPost.id)  – Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) angkatan 02 Jawa Timur, Minggu (7/11/2021)  salurkan sejumlah 350 sak semen kepada warga terdampak bencana banjir bandang di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Gerakan spontanitas di saat menggelar temu kangen dari sejumlah 40 orang alummi STPDN  tersebut, di benarkan Koordinator alumni, Senen, (8/2021). 

“Sebenarnya kita mau menggelar reuni Minggu ini. Ternyata ada peristiwa bencana di Kota Batu,

kami secara bersama patungan mengumpulkan donasi,” kata Senen Plt Sekda Kabupaten Jombang ini.

Itu, kata dia, dari donasi yang dikumpulkan, menurutnya langsung membeli semen.Totalnya ada 350 sak yang diserahkan langsung ke Pemdes Bulukerto.

Dengan demikin, pihaknya berharap semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk perbaikan-perbaikan fasilitas umum.

Karena, menurut dia, bencana tersebut, merupakan duka bersama dan sudah sepatutnya kami bahu membahu membantu para korban terdampak.

Diwaktu yang sama, salah satu alumni, Arief As Siddiq yang notabene sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, menambahkan, bahwa pihaknya sangat bersimpati dan berduka melihat saudara-saudara yang berada di lokasi terdampak.

“Apalagi kita merupakan warga asli Kota Batu.Jadi kita ingin hadir untuk mengambil bagian turut peduli dan memberikan solusi dengan berbagi bantuan agar masyarakat bisa kembali pulih secepatnya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bulukerto, Hendra S mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan. 

“Kami sangat membutuhkan bantuan material untuk normalisasi beberapa bangunan.Terima kasih atas perhatian semua pihak, salah satunya alummi STPDN,” tegas Hendra.

Darisisi lain, tegas dia, sejauh ini untuk bantuan logistik diakui sudah sangat banyak dan bantuan terus mengalir.

“Kalau sekarang yang paling dibutuhkan sebenarnya bantuan material untuk perbaikan tempat-tempat terdampak,” timpalnya. (Gus)