Anabata Talk Series di Surabaya  Bakal Hadirkan Arsitektur Jepang 

10 December 2019 - 14:50 WIB

SURABAYA  (SurabayaPost.id) –  Setelah berhasil menggelar seri pertama dari Anabata Talk Series pada Agustus lalu di Bintaro, Anabata selaku penyelenggara acara di bidang arsitektur dan desain akan kembali mengadakan acara Anabata Talk Series #2 by Technal di Balai Adhika, Majapahit Hotel, Surabaya, Jatim pada Sabtu, (14/12/2019) mendatang.

Sesuai rilis yang diterima SurabayaPost.id, menurut Media Relation Anabata Christina Kusuma Jati, rangkaian kedua dari seri Anabata Talk Series kali ini hadir di Surabaya dengan menghadirkan dua arsitek Jepang  dan satu arsitek Indonesia yaitu Jun Igarashi, Junya Ishigami serta Antony Liu sebagai pembicara. Mereka akan membahas masalah dengan topik “Density and Space”.

Acara ini kata dia merupakan talk show arsitektur dan desain yang diselenggarakan oleh Anabata dengan mengundang arsitek dari berbagai negara dan telah terselenggara secara tahunan sejak 2015. “Acara kali ini dihadirkan di Surabaya dengan tujuan untuk menarik antusiasme masyarakat, khususnya para pemain kunci arsitektur dan desain Surabaya,” jelas dia.

Dalam penyelenggaraan Anabata Talk Series #2 kali ini, mendatangkan dua arsitek Jepang dan satu arsitek Indonesia. Dia sebutkan yaitu Jun Igarashi, Junya Ishigami serta Antony Liu yang akan menyajikan pemikiran baru dan juga beberapa karya arsitektur unggulan mereka sebagai subjek pembicaraan. 

Karya-karya arsitektur ketiga pembicara utama tersebut menurut dia sangat dihargai di beberapa kompetisi dan meraih berbagai jenis penghargaan arsitektur internasional. Berikut profil singkatnya:

  1. Jun Igarashi merupakan arsitek kelahiran Hokkaido pada 1970 yang juga merupakan instruktur arsitektur untuk Institut Teknologi Nagoya. Ia mendirikan praktiknya sendiri dalam bidang arsitektur bernama Jun Igarashi Architect Inc. pada tahun 1997.
  2. Junya Ishigami memperoleh gelar master dalam bidang arsitektur dan perencanaan di Tokyo National University of Fine Arts and Music pada tahun 2000. Ishigami bekerja dengan Kazuyo  Sejima dari tahun 2000 hingga 2004 di SANAA, sebelum Ia mendirikan praktik arsitekturnya sendiri di tahun 2004 bernama junya.ishigami + associates.
  3. Antony Liu lulus dari Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tahun 1991 dengan gelar Arsitektur. Dia memulai karir arsitekturnya sebagai Mitra Arsitek di PT. Pakar Cipta Graha di Jakarta, dengan Arsitek Senior lainnya pada tahun 1994. Pada 1996, Antony mulai membuka praktik pribadinya di Jakarta dan pada tahun 2007.  Ia mendirikan Studio TonTon bersama Ferry Ridwan yang kemudian Ia jalankan sendiri di tahun 2018.

Dijelaskan Christina Kusuma Jati bila acara tersebut didukung oleh Technal selaku sponsor utama. Technal adalah perusahaan Perancis yang untuk sistem konstruksi aluminium yang dirancang untuk menginspirasi arsitektur kontemporer: fasad dan dinding gorden, pintu, jendela, pintu geser, pagar tangga, pergola, gerbang yang didirikan pertama kali di Toulouse pada tahun 1960. 

“Selama hampir 60 tahun, inovasi telah menjadi salah satu pilar berdirinya perusahaan ini. Oleh sebab itu, Technal memiliki pusat pengujian dan inovasi sendiri di kantor pusat Toulouse. Sejak  2016, pusat uji dan inovasi Technal juga memiliki laboratorium akustik sendiri,” pungkasnya. (aji)