MALANG (SurabayaPost.id) – Kabar mengejutkan datang dari Surabaya. Seorang anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial MUA diduga ikut terjaring dalam razia pesta narkoba di sebuah hotel kawasan Ketintang, Selasa (29/9/2026) pagi.
MUA disebut diamankan bersama tujuh orang lainnya oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya. Total ada delapan orang yang diamankan dalam satu kamar hotel tersebut.
Informasi yang beredar di kalangan legislatif menyebutkan, penggerebekan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika yang melibatkan seorang karyawan swasta berinisial N.
Dari laporan itu, polisi kemudian bergerak dan melakukan penggerebekan di lokasi.
“Saat digerebek, di dalam kamar didapati delapan orang sedang menggunakan narkoba. Mereka berinisial F, R, K, N, RO, U, AR, dan A,” ujar Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, Rabu (30/9/2026).
Di dalam kamar, petugas menemukan barang bukti berupa satu plastik klip bekas sabu, dua butir pil ekstasi warna kuning, alat hisap sabu atau bong, korek api, serta bungkus rokok yang diduga digunakan untuk menyimpan sabu.
Hasil tes urine pun tak terbantahkan. Kedelapan orang tersebut dinyatakan positif narkoba. Tujuh orang positif ekstasi, dan satu orang berinisial N positif sabu sekaligus ekstasi.
Kepada penyidik, N mengaku mendapat barang tersebut dari seseorang berinisial C yang kini telah ditetapkan sebagai DPO.
Kabar ikut diamankannya anggota dewan tersebut langsung dikonfirmasi ke internal Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang. Ketua Fraksi Gerindra, Ziaul Haq, mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pihak kepolisian.
“Saya belum dapat kabar dari penegak hukum apakah itu benar atau tidak,” kata Zia saat dihubungi via telepon.
Zia meminta semua pihak untuk menunggu keterangan resmi dari polisi. Ia menegaskan tuduhan narkoba adalah hal sensitif yang tidak bisa disimpulkan secara terburu-buru.
“Kita tunggu saja informasi validnya dari polisi karena ini tuduhan yang sensitif,” ujarnya.
Terkait keberadaan MUA, Zia mengaku sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan untuk memastikan langsung, namun belum berhasil.
“Saya WA dan telepon yang bersangkutan belum bisa, tapi memang dari dulu sulit dihubungi,” tutupnya. (lil).
