Bersama Disparta, Jaksa Peduli Pariwisata Gelar Sosialisasi Aplikasi SIIP BANGET

23 June 2021 - 16:32 WIB
Saat sosialisasi program jaksa peduli pariwisata Kota Batu, di Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu bersama  Dinas Pariwisata Kota Batu, Rabu (23/6/2021) menggelar sosialisasi program Jaksa peduli pariwisata, aplikasi  SIIP BANGET,’ yang dihelat di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Giat yang dimaksud, menurut Kajari Kota Batu, Dr Supriyanto SH MH, dalam rangka sosialisasi program Jaksa peduli pariwisata.

“Yang mana program ini kerjasama antara Kejaksaan Negeri Kota Batu dengan Dinas Pariwisata Kota Batu, yakni aplikasi siip banget,” kata Supriyanto.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut,dihadiri, Kajari Kota Batu DR Supriyanto  SH MH, yang didampingi Kasi Inteljen Kejari Batu, Edi Sutomo SH MH, bersama Kadis Pariwisata Kota Batu Arif As Siddiq, dan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia / PHRI Kota Batu, Sujud.

Selain itu, juga dihadiri Kepala Desa dan Lurah se Kota Batu, dan Ketua BUMDES Kota Batu serta  Forum Desa Wisata Kota Batu (FORDEWI). Kemudian Kelompok Sadar Wisata Kota Batu (POKDARWIS) serta pelaku usaha pariwisata Kota Batu.

Sosialisasi aplikasi SIIP BANGET  tersebut terkait dengan sistem informasi pariwisata Kota Batu dan pengembangan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, membenarkan hal tersebut, Rabu (23/6/2021).

Menurut Arief, bahwa aplikasi ,siip banget tersebut, merupakan sistem informasi pariwisata Kota Batu dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Ini merupakan aplikasi yang dibuat oleh Dinas Pariwisata Kota Batu yang kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kota Batu,” paparnya.

Itu, papar dia, yang mana dalam aplikasi tersebut menurutnya berisi beberapa layanan sebagai berikut.

“Pertama, layanan promosi wisata Kota Batu dan Desa Wisata di Kota Batu, kemudian pengembangan ekonomi kreatif Kota Batu,dan transportasi menuju wisata Di Kota Batu,” ujarnya.

Lantas, ujar dia, terkait layanan hukum Kejari Batu untuk pengembangan ekonomi kreatif Desa Wisata dan untuk umum.

“Alhasil dari awal  dan berakhirnya kegiatan yang dimaksud, tengah berjalan dengan protokol kesehatan yang berakhir dengan aman dan terkendali,” timpalnya. (Gus)