BI Malang Siapkan Rp 4,511 Triliun, Penukaran Dilayani Mulai 3-11 Mei 2021

17 April 2021 - 05:22 WIB
Kepala BI Malang Azka Subhan A (tengah) bersama deputinya.

MALANG (SurabayaPost.id) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan uang tunai Rp 4,511 triliun untuk Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 2021.  Layanan penukaran uang tunai itu dibuka mulai 3-11 Mei 2021. 

Penyiapan dan layanan penukaran uang kartal sebanyak itu diakui Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan A, usai buka bersama Jumat (16/4/2021).  Menurut dia, uang yang disiapkan sebanyak itu karena transaksi di masyarakat diyakini mengalami peningkatan. 

“Untuk itu, BI telah mempersiapkan layanan kas selama periode tersebut. Penyimpan itu  melalui Perbankan dan BPR,” terang Azka Subhan A saat didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Doddi Sartono, Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Cicilia Melly A.H, dan Indra Gunawan Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Malang serta Humas BI Malang, Elsa.

Dijelaskan Azka Subhan  bila khusus periode Ramadhan dan Idul Fitri 2021 kebutuhan akan uang tunai (outflow) di wilayah kerja BI Malang Rp 4,511 triliun. Jumlah itu meningkat sebesar 46,84% dibandingkan periode 2020 yang sebesar Rp 3,072 triliun.

Secara rinci dikatakan pria yang akrab disapa Azka ini, bahwa Uang Pecahan Besar (UPB) senilai Rp4,024 triliun. Itu naik 49,81% dari periode 2020 yang sebesar Rp2,686 triliun. 

Azka Subhan A bersama para pejabat BI Malang

Sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) katq Azka sebesar Rp 0,487 triliun. “Itu naik 26,16% dari periode 2020 sebesar Rp 0,386 triliun,” jelas dia. 

Menurut Azka  kebutuhan uang tunai tersebut meningkat karena beberapa alasan. Di antaranya dipengaruhi tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan ke pecahan Rp100.000. 

Selain itu, kata dia, mobilitas masyarakat yang semakin longgar, kegiatan usaha mulai membaik pasca perluasan vaksin covid dan pembukaan industri dari sektor–sektor prioritas.

“Indikator lainnya adalah daya beli masyarakat yang mulai membaik. Itu  ditandai dengan inflasi Kota Malang pada bulan Maret yang  tercatat 0.08 % mtm dan relaksasi beberapa kebijakan pemerintah seperti pembebasan PPNBM per Maret dan kebijakan BI berupa pelonggaran LTV/ FTV,” jelas dia. 

Untuk itu, kata dia, disepakati ada 84 titik penukaran Uang Pecahan Kecil di loket perbankan dan 38 titik di loket BPR. “Layanan penukaran itu  akan dilaksanakan serentak mulai 3 – 11 Mei 2021,” katanya. 

Karenanya dia menghimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang kecil itu di tempat-tempat yang resmi. “Itu untuk  menghindari resiko uang palsu dan berkurangnya jumlah uang yang ditukarkan,”  pungkasnya. (aji)