Cafe Arjuna Jadi Wadah Kreasi Anak Muda Malang Raya

25 October 2021 - 14:13 WIB
Beberapa panitia penyelenggara Saiful bersama Hatak

BATU ( Surabayapost.id ) – Para musisi 90 an, Kota Batu, Senin  (24/10/2021) memberi kesempatan anak – anak Kota Batu yang memiliki talenta bermain musik, di  Cafe Latar Arjuna, seputaran Gedung Kesenian Sendratari Arjuna Wiwana, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Itu dijadikan wadah ajang kreasi musisi Kota Batu, dengan mengusung tema “Latar Arjuna Carnival,”. Hal tersebut, disampaikan Ketua pelaksana Saiful Q Rahman, Senin, (24/10/2021) malam.

“Ini adalah persembahan dari Cafe Latar Arjuna untuk menjadi salah satu wadah ajang kreasi temen – temen musisi Malang Raya khususnya Kota Batu dalam  mengexpresikan kreasi musik untuk kemajuan musik tingkat regional maupun untuk tingkat nasional dan  skala Internasional,” kata Saiful.

Itu, kata dia, yang diangkat dengan tema/tajuk, latar arjuna carnival, yang dijadwal  berkelanjutan.

“Selain menampilkan karya lagu sendiri (single/album) kami juga memberikan kesempatan untuk adik – adik drummer dan guitaris mulai tingkat SD, SMP ,dan SMA untuk  tampil secara minus one.Tujuannya selain mental juga silaturahmi sesama teman – teman musisi, baik senior maupun junior,” ungkapnya.

Lantas, ungkap dia, acara ini ,akan dilaksanakan dalam kurun waktu tiga bulan sekali, dan kedepannya, kata dia,bakal bekerja sama dengan sponsor untuk memberikan bentuk apresiasi secara tertulis maupun materi.

Waktu yang sama, Kepala Desa (Kades) Junrejo,Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Andi Faizal Hasan, yang notabene sebagai pelopor giat tersebut,mengatakan.

“Kegiatan musik ini, digagas dari musisi – musisi 90 an, adalah senior – senior batu yang memberi kesempatan kepada anak – anak yang memiliki talenta bermusik,” kata Faizal sapaan akrabnya.

Jadi, lanjut dia, sebetulnya adalah wadah dari anak – anak Kota Batu, yakni, ada gitaris ,dramer ,dan  mereka – mereka menurutnya yang  memiliki talenta musik masih kategori anak- anak yang diwadahi oleh para pemusik senior batu.

“Ini adalah keinginan para musisi musisi senior 90 an, ingin mengkader dan mengumpulkan anak – anak talen, mungpung batu levelnya turun di level dua.Jadi keinginan lama ini baru bisa dilaksanakan sekarang ,” ujarnya.

Meski begitu, ujar dia, pesertanya  sangat terbatas dan yang dihadirkan hanya orang tua dan keluarga dari talen – talen ini sama para senior.

“Meski di level dua tapi prokes tetap dilaksanakan dengan dibikin tenda – tenda kecil ada sejumlah 7 tenda.Satu tenda untuk satu keluarga dari calon musisi – musisi cilik,dengan prokes tetap dijalankan,” tegasnya.

Itu, tegas dia, acara ini sebagai kerinduan musik bersama,yang  juga menjadi ajang hiburan melihat anak –  anak saat beraksi kemampuannya mereka dalam bermain musik.

“Saya dari wakil orang tua yang memiliki talen musisi harus terwadahi. Jadi sebenarnya musisi musisi yang luar biasa, itu banyak di Kota Batu, dan anak – anak kita, mereka yang memiliki, skil -skil bernain musik,” jelasnya.

Jadi, jelas dia, sayang kalau tidak ada perhatian, makanya dari musisi Kota Batu,diakui tengah memcoba memberikan perhatian dari sini.

“Mari anak – anak ini kita kumpulkan yang memiliki bakat dalam bermusi supaya mereka unjuk kebolehan  dihadapan kita semua,dan nantinya  mereka memiliki keberanian,serta bisa menjadi pemusik yang handal,” harapnya. (Gus)