Demi Akurasi Program, Diskominfo Kota Malang Gagas Portal Satu Data

29 September 2021 - 03:01 WIB
Kepala Diskominfo Kota Malang Nur Widianto (kiri) ketika mendampingi Wali Kota Sutiaji

MALANG (SurabayaPost.id) – Demi melaksanakan program pembangunan yang  berkualitas   akurat dan  sesuai kebutuhan,   Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Malang menggagas pengelolaan dan pemanfaatan portal satu data untuk Kota Malang. 

Hal tersebut diakui Kepala Diskominfo Kota Malang, Nur Widianto, Kamis (30/9/2021). 

Menurut dia, saat ini Pemkot Malang memang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Hal itu  terkait Kelurahan Cantik (Cinta Statistik).

“Program cinta statistik tersebut merupakan program BPS sebagai mitra kerja Pemkot Malang. Bisa jadi kedepannya program tersebut untuk semua kelurahan, bukan hanya Kelurahan Sukoharjo,” kata dia. 

Itu karena, lanjut dia,  manfaat yang bisa diperoleh  kalau kelurahan berbasis data statistik sangat luar biasa.  Terutama dalam pengambilan kebijakan untuk program pembangunan.

“Mengapa begitu? Ya karena data itu menjadi kunci perencanaan program. Dengan  data yang valid serta up date maka akan menghasilkan perencanaan hingga target program yang kita bikin benar-benar akurat,” kata pria ramah yang akrab disapa Wiwid ini. 

Wiwid mengakui bahwa selama ini  pengambilan kebijakan untuk pembangunan tidak  hanya berbasis data dari internal Pemkot Malang. Namun, juga data BPS. “Jadi data BPS  dan juga data sektoral yang bersumber dari masing-masing  perangkat daerah itu yang dijadikan acuan,” jelas dia. 

Untuk itu, kata dia, kedepan  semua kelurahan diharapkan memiliki database sendiri-sendiri. Sebab Pemkot Malang berencana  membuat big data khusus untuk Kota  Malang. 

“Kita memang lagi berproses untuk portal satu data.  Itu  sesuai  amanat dari Perpres 39/2019 tentang satu data Indonesia. Ini manifestasi dari bigdata,” kata Wiwid. 

Karena itu, kata dia, sekarang masih pada proses penyusunan Perkada (Peraturan Kepala Daerah) tentang satu data. “Ya diharapkan regulasi itu tuntas di tahun 2022 sekaligus kita bisa lakukan akselerasi data,” terang  Wiwid.

Di sisi lain, Wiwid juga mengingatkan soal protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.  Sebab, menurut dia, meski level PPKM sudah menurun jangan sampai terlena. 

“Prokes harus kita patuhi. Pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, tidak bergerombol dan mengurangi mobilitas harus ditaati. Sehingga, kita bisa cepat hidup normal seperti  biasanya sebelum pandemi COVID-19,” pungkasnya. (Lil)