MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Proyek pembangunan drainase di Jalan Bondowoso dan Jalan Letjen Sutoyo bakal dimulai, namun Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mewanti-wanti eksekutif agar tidak mengulang kesalahan seperti pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) yang sempat memunculkan polemik.
“Kita harus belajar dari kesalahan sebelumnya. Drainase Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Bondowoso ini lebih kompleks dan memerlukan penanganan yang lebih baik,” kata Arief, Rabu (18/2/2026). Politisi PKB ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mencegah persoalan dan melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.
Arief juga meminta pemkot untuk mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dalam pembangunan drainase. “Nasib pohon, rekayasa lalu lintas, dan dampak sosial harus dipikirkan dengan matang. Kita tidak ingin masyarakat terganggu dengan kemacetan dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemkot melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat sekitar proyek. “Masyarakat harus tahu apa yang akan dilakukan dan bagaimana dampaknya. Dengan demikian, mereka bisa siap dan tidak terganggu,” tambah Arief.
Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan pembangunan drainase dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami akan terus memantau dan mengawasi pelaksanaan proyek ini agar sesuai dengan rencana dan kebutuhan masyarakat,” tutup Arief.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, pengerjaan drainase kemungkinan dijalankan Maret atau April depan dengan anggaran sekitar Rp 145 miliar dari Bank Dunia. “Drainase Bondowoso dan Letjen Sutoyo akan dijadikan satu paket pengerjaan. Kami akan melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat dan stakeholder terkait,” tegasnya. (lil).
