Forkopimda Bahas Wacana Penerapan Ganjil-Genap dalam FLLAJ

25 October 2021 - 18:52 WIB
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto serta Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika dan Kasatlantas AKP Yoppy Anggi Khrisna

MALANG (SurabayaPost.id) – Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ)  membahas wacana penerapan ganjil – genap di Kota Malang. Pembahasan tersebut juga melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang. 

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan dalam pembahasan itu, sempat terjadi silang pendapat saat merumuskan wacana penerapan ganjil – genap.

“Wacana itu masih dirumuskan. Tadi memang ada silang pendapat tapi itu wajar.” ujar Walikota saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (25/10/2021).

Untuk penerapan ganjil – genap sendiri harus ada Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang, menjadi dasar dalam penindakan kebijakan tersebut.

Pria nomor satu di Kota Malang itu menyebut saat ini masih pembahasan dan belum mendapatkan keputusan pasti.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono menyampaikan akan ada tim kecil yang nantinya membahas pro-kontra wacana ganjil – genap.

“Tujuannya, apapun kebijakannya yang penting jangan sampai mencederai yang sekarang ekonomi sedang bergeliat,” imbuhnya.

Dalam penerapan wacana ganjil-genap, diakui Heru memang perlu persiapan yang cukup matang. Contoh, jika wacana tersebut terealisasi, maka angkutan umum akan disesuaikan sebagai solusi penyelesaian.

“Contoh, kalau di sepanjang jalan itu ada tempat ekonomi, orang tidak bisa masuk situ. Otomatis angkutan umum harus disiapkan di situ,” kata dia.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, memang sampai saat ini wacana ganjil-genap itu perlu melalui pembahasan lebih jauh, sebelum sampai pada tahap realisasinya.

“Nanti kita lihat ini program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendeknya pasti pembatasan kegiatan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan Covid -19. Jangka panjang dan menengah nanti harus kita buat juga,” terangnya.

Berbagai elemen seperti, akademisi dan pakar juga turut dilibatkan dalam pembahasan wacana ganjil-genap tersebut.

“Kami libatkan civitas akademi dan ahli lalu lintas. Per menit jumlah kendaraan yang lewat dan berapa lama dengan jumlah kendaraan yang ada di Kota Malang akan kita kaji,” tandasnya. (Lil)