IKIP Budi Utomo Gelar Festival Batik Nusantara, Diikuti Ratusan Mahasiswa Progam PMM

1 October 2022 - 14:31 WIB
Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc.Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko pose bersama mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dengan hasil karya coretan batik dalam festival Batik Nusantara di IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)
Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc.Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko pose bersama mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dengan hasil karya coretan batik dalam festival Batik Nusantara di IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)

MALANG (SurabayaPost.id) –Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2022. Sebanyak 257 Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 yang lolos seleksi di IKIP Budi Utomo Malang, dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti festival batik, sekaligus ngoskab bareng arek PMM 2. Kegiatan ini berlangsung di Kampus C IKIP Budi Utomo, Jl Citandui 46, Kec Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Ratusan mahasiswa dari berbagai daerah dan berbagai perguruan tinggi ini, secara bersama menuangkan coretan dengan melukis budayanya masing-masing. Pada kain sepanjang 76 meter.

Ratusan mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari seluruh penjuru tanah air, mengikuti Festival Baik Nusantara yang digelar IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)
Ratusan mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari seluruh penjuru tanah air, mengikuti Festival Baik Nusantara yang digelar IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc. Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si mengatakan, kegiatan membatik yang mengambil tema Festival Batik Nusantara dan Ngoskab Bareng Arek PMM2 ini selain melibatkan mahasiswa PMM, juga para penjual bakso yang berjualan di sekitar area Kampus C IKIP Budi Utomo Malang.

“Ada sebanyak 7 rombong bakso yang kita sediakan tempat untuk berjualan, mereka biasanya jualan keliling di sekitar kampus, para mahasiswa itu dipersilahkan mengambil bakso dengan mekanisme menukar kupon dari panitia,” tegasnya.

Ngoskab Bareng Arek PMM2
Ngoskab Bareng Arek PMM2

Sementara itu, PIC Kegiatan festival batik Nusantara IKIP Budi Utomo Malang, DR. Riyanto M.Pd. mengatakan, selain untuk memperingati Hari Batik Nasional, juga untuk meningkatkan atau menumbuhkan nilai-nilai rasa cinta terhadap budaya di Nusantara, khususnya terhadap batik.

“Kegiatan festival batik Nusantara ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan modul Nusantara, batik ini panjangnya 76 meter, nantinya akan dimasukkan dalam rekor MURI,” katanya pria yang juga sebagai Kepala Pusat Pengelola merdeka belajar ini.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc.Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko pose bersama mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dengan hasil karya coretan batik dalam festival Batik Nusantara di IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)
Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc.Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko pose bersama mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dengan hasil karya coretan batik dalam festival Batik Nusantara di IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)

Pria yang akrab disapa Yanto ini menjelaskan, dalam kegiatan membuat batik ini memakan waktu mulai pukul 09.00 sampai ditutup oleh Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si pada pukul 13.00 atau selama empat jam, dengan melibatkan 257 mahasiswa PMM dari Sabang sampai Merauke.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc.Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko pose bersama mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dengan hasil karya coretan batik dalam festival Batik Nusantara di IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)
Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Assoc.Prof. Dr Nurcholis Sunuyeko pose bersama mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dengan hasil karya coretan batik dalam festival Batik Nusantara di IKIP Budi Utomo Malang (ft.cholil)

“Selain mahasiswa juga diikuti Bapak Ibu dosen pengajar modul Nusantara sebanyak 13 dan mentor pendamping mahasiswa sebanyak 13 orang, untuk motifnya mewakili dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke berdasarkan ciri khas karakteristik budaya masing-masing mahasiswa PMM,” tandasnya (lil)