MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Komitmen menjaga sumber air ditunjukkan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Sebanyak 500 bibit pohon durian dan alpukat ditanam di kawasan Sumber Merjosari, Jumat (9/10/2026).
Penanaman ini menjadi bagian dari aksi bersih lingkungan yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Kelurahan Merjosari, dan komunitas World Cleanup Day (WCD).
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan World Cleanup Day dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini juga dihadiri Wali Kota Malang beserta jajaran Forkopimda Kota Malang.
Selain penanaman pohon, aksi nyata dilakukan dengan membersihkan kawasan Sumber Merjosari dari sampah, material urukan, dan limbah yang mengancam kelestarian kawasan tangkapan air atau catchment area.
DLH Kota Malang juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada warga RW 06 Kelurahan Merjosari dan perwakilan mahasiswa komunitas WCD untuk mendukung gerakan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Wali Kota Malang menegaskan, menjaga lingkungan bukan sekadar seremonial.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama yang harus terus dilakukan. Sumber air merupakan aset penting bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan warga sangat diperlukan agar kawasan sumber tetap terjaga,” tegasnya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, mengatakan penanaman 500 pohon ini memiliki arti strategis. Menurutnya, menjaga sumber air berarti menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi Tugu Tirta, menjaga sumber air berarti menjaga keberlanjutan pelayanan. Sumber Merjosari memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan layanan air minum. Karena itu, kawasan tangkapan airnya harus kita rawat bersama agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Priyo.
Ia menjelaskan, Sumber Merjosari saat ini tengah diusulkan untuk mendapatkan dukungan program dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sesuai izin pengambilan air, Tugu Tirta mendapat alokasi 82 liter per detik yang akan digunakan untuk menambah cakupan pelayanan bagi sekitar 4.000 pelanggan baru di wilayah Karangbesuki, Tanjungrejo, Kebonsari, dan Sukun.
Priyo menambahkan, keberlanjutan layanan air minum tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kondisi lingkungan yang menopang ketersediaan air baku.
Melalui kolaborasi ini, Tugu Tirta berharap gerakan menjaga kebersihan dan merawat kawasan tangkapan air tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. (lil).
