MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kota Malang menyambut baik program gentengisasi yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto. Untuk menunjang implementasinya, DPRD Kota Malang mendorong pemerintah melakukan pemetaan berbasis wilayah berkebutuhan.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengungkapkan bahwa karakter Kota Malang sudah berkembang sebagai wilayah perkotaan. Dengan dinamika infrastruktur yang cukup pesat, program tersebut memerlukan kajian mendalam sebelum diimplementasikan.
“Untuk beberapa wilayah mungkin strategis. Tapi, karena Kota Malang sudah perkotaan dan cukup dinamis, pelaksanaannya harus berdasarkan pemetaan wilayah dan kebutuhan,” ujar Amithya, Sabtu (7/2/2026).
Program gentengisasi ini bertujuan menciptakan hunian yang lebih sejuk, sehat, dan meningkatkan keindahan lingkungan. Atap seng yang masih banyak digunakan di berbagai daerah di Indonesia memiliki kekurangan, seperti tidak menyerap panas, mudah berkarat, dan terlihat kurang estetis.
Berbeda dengan atap seng, genteng memiliki pori-pori sehingga lebih sejuk. Dari sisi keamanan hunian, genteng tidak rentan rusak serta mendorong pertumbuhan industri pengrajin genteng tanah liat lokal di berbagai daerah.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendengar gagasan program tersebut saat Rakor pemerintah pusat dan daerah. “Kalau di Kota Malang kan sudah banyak yang memakai genteng. Jadi tidak sama seperti di luar Jawa yang banyak pakai seng,” ujarnya.
Kendati demikian, Wahyu tetap menegaskan pentingnya penggantian atap rumah yang masih memakai seng. Namun terkait program gagasan Presiden Prabowo, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Itu secara estetika kurang baik, juga terkait kesehatan. Sampai saat ini belum ada instruksi khusus, tapi ke depannya kami siap mengikuti kebijakan jika sudah ada instruksi,” pungkasnya. (lil).
