MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri dengan cara loncat dari Hotel dan Apartemen Everyday, kawasan Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 00.15 WIB dini hari. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di lingkungan pelajar dan mahasiswa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut langsung ditangani aparat kepolisian. Proses identifikasi dan pendalaman penyebab masih terus dilakukan, termasuk menggali latar belakang korban dan kondisi psikologisnya sebelum kejadian.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. “Saya sudah sampaikan kalau tidak waspada, tentu akan berbahaya,” ujar Amithya, Rabu (25/3/2026).
Amithya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama pencegahan, termasuk membangun komunikasi intensif dengan pihak kampus dan penyusunan panduan atau buku pegangan mahasiswa yang lebih komprehensif.
“Kalau dari pemerintah, mungkin bisa memberikan fasilitasi atau pendampingan,” tambahnya. Ia juga mengusulkan peran aktif pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran dan penanganan kesehatan mental di kalangan mahasiswa.
Amithya juga mengakui bahwa deteksi dini di level paling kecil bukan perkara mudah karena persoalan mental kerap bersifat privat dan tidak mudah terpantau. Namun, ia tetap optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat, potensi kasus serupa dapat ditekan.
“Kalau kolaborasi bisa,” tegasnya. Ia berharap agar peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih peduli dan meningkatkan perhatian pada kesehatan mental mahasiswa. (lil).
