Melanggar, 123 Mobil Putar Balik di Exit Tol Madyopuro

Petugas melakukan pemeriksaan pada pengendara mobil yang hendak masuk Kota Malang

MALANG (SurabayaPost.id) – Petugas gabungan di Pospam Exit Tol Madyopuro, pada hari ke-2 Idul Fitri meminta 123 mobil yang hendak masuk Kota Malang dipaksa putar balik. Sebab, mereka dinilai melanggar larangan mudik lebaran dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono menginformasikan hal tersebut Sabtu (15/5/2021). 

“Itu hasil dari penjagaan shift 1 yang dilakukan mulai pukul 07.00 s/d 23.00 WIB.  Petugas gabungan dari unsur Pemkot, Polresta dan Kodim 0833 memutarbalikkan 123 mobil,” jelas  Heru Mulyono. 

Dijelaskan mantan Camat Klojen ini bila ratusan mobil yang dipaksa putar balik tak memenuhi Protap untuk menekan penularan COVID-19. Dicontohkan seperti tanpa surat hasil rapid test, surat tugas atau persyaratan lainnya. 

Itu mengingat, lanjut dia, penyekatan yang diperketat tersebut tetap diikuti dengan pemeriksaan. Baik itu terkait surat-surat atau suhu tubuh dan hasil rapid antigen.

Pengendara mobil yang mau keluar tol diperiksa petugas.

Menurut Heru, pada hari kedua jumlahnya sangat banyak dibandingkan hari pertama Idul Fitri. Sebab, hari pertama lebaran (13/5/21), di titik yang sama hanya 5 unit mobil yang diputar balik.

“Bisa jadi kenapa hari ke 2 banyak kendaraan diputar balik, mungkin banyak yang coba coba. Jadi mereka bondo nekat saja,” utara alumni STPDN tersebut.

Sementara, kata dia, upaya penekanan penularan COVID-19 itu terus ditingkatkan. Sebab, selama dua hari idul fitri tercatat ada penambahan kasus positif covid sebanyak 18 dan yang sembuh sebanyak 19 orang. 

“Meski begitu, semua itu belum menjadi indikasi atau dampak dari liburan atau mudik lebaran. Karena itu adalah tracing atas kasus-kasus sebelumnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. 

Ditambahkan pria yang juga merangkap selaku Direktur RSUD Kota Malang tersebut, hingga Jumat (14/5=21) jumlah positif yang dalam pantauan untuk kota Malang sebanyak 21 orang. 

Pada kesempatan berbeda, Wali Kota Malang Sutiaji, terus melakukan pemantauan secara intensif dan minta agar selalu waspada. Bajkan dia menginstruksikan jajarannya untuk terus memonitor perkembangan hingga tingkat RT dan RW. 

“Saya tetap tekankan untuk mendeteksi pendatang yang mungkin bisa lolos dari penyekatan pada pintu-pintu utama. Meski sepintas semua masih flat, tapi dari pengamatan kondisi jalan selama dua hari relatif tidak padat (lengang),” kelas dia.

Meski begitu, kata dia, harus tetap waspada. Alasannya, kelengangan biasanya  ada beberapa kemungkinan. 

Kemungkinan pertama, kata dia, bisa jadi warga banyak yang tidak kemana-mana. Mereka  hanya di rumah saja. “Kemungkinan kedua bisa pula warga kota yang sempat keluar Kota Malang. Nah itu tetap harus diwaspadai,” kata Sutiaji. (Lil)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.