Menkumham RI Resmikan L’Sima Milik Lapas Lowokwaru Malang

16 September 2020 - 11:45 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Hamanongan Laoly menandatangani prasasti peresmian L'Sima milik Lapas Lowokwaru Malang

MALANG (SurabayaPost.id) – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Hamanongan Laoly meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas kelas I Malang (SAE L’sima) dan Lsima Bike Park, Rabu (16/9/2020).

SAE L’sima yang berada di Desa Maguan, Ngajum itu merupakan tempat untuk asimilasi bagi tahanan yang akan bebas dari masa hukuman. sarana tersebut, juga akan digunakan untuk wisata edukasi, serta lintasan sepeda gunung.

Menkumham RI Yasonna Hamanongan Laoly dalam kesempatan tersebut mengapresiasi warga binaan Lapas Kelas I Malang. Sebab mereka dinilai juga ikut berkontribusi dalam pembangunan SAE L’sima. Sehingga mereka dianggap memiliki potensi.

“Anak-anak kita yang ada dalam Lapas adalah orang-orang yang potensial. Ini untuk mengangkat derajat warga binaan, agar diterima masyarakat kembali,” ungkapnya,. saat memberikan sambutan, Rabu (16/9/2020).

Untuk itu, lanjut Yasonna, perlu adanya dukungan dari semua pihak, agar pada saat bebas nantinya, warga binaan dapat kembali ke kehidupan masyarakat dengan membawa bekal keterampilan yang mumpuni.

“Warga binaan disini diberikan pelajaran agar bisa berkompetisi di masyarakat global. Asimilasi merupakan kesempatan, tidak semua warga binaan bisa mendapatkan kesempatan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Kerismono menyampaikan, selain sebagai tempat untuk melatih keterampilan warga binaan, SAE L’sima juga akan dikembangkan sebagai tempat wisata.

“Proses pembangunan masih terus berlangsung. SAE L’sima dibuat suatu terobosan terintegrasi, antara program asimilasi dan kegiatan olahraga,” jelas dia.

Hal itu lanjut dia, ditunjang dengan pemandangan bukit dan lembah di kaki Gunung Kawi. “Sesuai arahan bapak Menteri Hukum dan HAM, program ini bertujuan agar warga binaan memiliki keterampilan dan diterima masyarakat setelah bebas nanti, akan mendapat kehidupan yang lebih baik, karena telah memiliki keterampilan dan bisa hidup mandiri,” pungkasnya. (lil)