Pemkot Batu Janji Bantu Rumah Warga Terdampak Banjir

8 November 2021 - 19:19 WIB
Wawali Punjul Santoso

BATU (SurabayaPost.id)  – Pemerintah Kota Batu berjanji rumah warga terdampak banjir bandang akan dibantu.

Hal tersebut disampaikan Komandan Tim Pelaksana Sistem Komando Penanganan Bencana Banjir Bandang di Bumiaji, Punjul Santoso, Minggu (7/11/2021) .

Dengan begitu, Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu tengah melakukan kaji cepat. 

Untuk memastikan jumlah rumah yang rusak serta menghitung kerugian akibat bencana banjir bandang. Perhitungan yang tepat dibutuhkan untuk bisa menyesuaikan anggaran yang ada.

“Pemerintah akan membantu warga yang rumahnya rusak karena terdampak banjir bandang. Namun butuh perhitungan kebutuhan, mulai dari anggaran hingga material,”kata Punjul.

Apalagi, kata dia, Pemkot Batu memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang bisa digunakan untuk membantu warga terdampak banjir bandang.Meski begitu, Punjul mengaku sebelumnya, Pemkot Batu sudah mengirim surat ke Kementerian Sosial dan Gubernur Jawa Timur.

“Jika ada anggaran yang turun dari Kemensos atau Pemprov Jatim, maka BTT tidak digunakan. Namun jika tidak ada yang memberikan sama sekali, maka BTT akan kami gunakan,” ungkapnya.

Lantas, ungkap dia, untuk bantuan logistik menurutnya sudah terpenuhi karena bantuan dari mana-mana sudah luar biasa.Untuk itu, memurut dia, pada saat rapat evaluasi, disepakati, kebutuhan pokok sudah penuh.

“Bentuknya dialihkan, tidak berupa sembako, tetapi berbentuk obat-obatan lalu bahan material seperti semen.Itu masih kami komunikasikan dengan tim,” paparnya.

Olehkarena itu, ia berpesan agar pejabat di tingkat desa hingga kecamatan membuat tempat relokasi sementara bagi warga yang saat ini rumahnya berada di dekat bibir sungai.

“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, maka warga yang rumahnya di dekat sungai itu harus segera dievakuasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengaku sudah menurunkan tim gabungan yang di dalamnya juga melibatkan para mahasiswa.

“Tim gabungan itu terdiri atas 32 orang yang bertugas melakukan susur sungai dengan drone. Susur sungai dengan drone ini untuk memetakan kondisi hulu. Nanti hasil dari susur sungai kami rapatkan untuk mendapatkan rekomendasi teknis,” kata Agung.

“Besok susur sungai akan dilanjutkan kembali sebab setiap hari menargetkan jalur hingga 10 Km mulai dari hulu ke hilir,” terangnya.

Itu, terang dia, dalam pengumpulan data dua hari ini, menurut Agung bakal segera diaporkan.

“Hasil sementara dari susur sungai ada potensi terjadinya bendungan alam akibat longsoran dari tebing berupa tanah dan kayu-kayuan,” ujarnya.  (Gus)