Pemkot Batu Siapkan Program Bantuan Sosial Bagi Warga Terdampak Wabah Korona

25 March 2020 - 18:45 WIB
Wawali Punjul Santoso

BATU (surabayapost.id) – Pemkot Batu melalui Satgas percepatan penanganan virus Corona Disease (Covid – 19) melakukan berbagai kebijakan. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Batu Punjul Santoso, di rumah dinasnya, Rabu (25/3/2020).

Menurut Punjul, berbagai langkah dilakukan Pemkot Batu. Itu dilakukan dalam menyikapi situasi dan kondisi terkini setelah Malang Raya ditetapkan sebagai zona merah.

“Berbagai upaya yang telah dilakukan, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat pelayanan publik. Di Balai Kota Among Tani Batu, Pasar Besar, Alun-Alun Kota Batu dan di desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu,” katanya.

Selain itu, dalam penerapan SOP pencegahan Covid-19. Menurutnya termasuk pemberian hand sanitiser, cek suhu badan, dan sosialisasi tentang PHBS di berbagai media massa.

Meski begitu, menurut politisi PDIP ini langkah kedepannya dalam menangani dampak di segala sektor juga akan dilakukan Pemkot Batu. “Sudah beberapa upaya penanganan dampak Covid-19 yang membuat perekonomian lemah. Terutama bagi pelaku usaha kecil telah dibicarakan bersama-sama dengan Gugus Satgas Penanggulan Bencana Non Alam dan Penanganan Percepatan Covid-19 Kota Batu,” tandasnya.

Itu tandas dia, salah satunya dengan membeli produk makanan para pelaku usaha kecil. Kemudian makanan tersebut bakal dibagikan kepada petugas lapangan dan piket di kantor.

“Harapannya agar para pelaku usaha kecil tetap mendapat pemasukan. Termasuk Kesra dan Dinsos juga akan memberikan bantuan bagi yang membutuhkan.Berupa insentif untuk orang lansia akan diberikan tiap 3 bulan sekali masing-masing lansia, senilai Rp 500 ribu dengan total 1315 orang lansia,” ungkapnya.

Kemudian ungkap dia, terkait bantuan bagi anak penyandang disabilitas ada sejumlah 175 anak dengan pemberian bantuan senilai Rp 500 ribu per bulan. Itu akan dibagikan setiap 3 bulan sekali.

Selain itu, lanjut dia, terkait insentif LVRI yang akan diberikan bantuan senilai Rp 1 juta perbulan. Jumlahnya sebanyak 84 orang.

“Sedangkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sejumlah 3992 orang juga akan diberikan bantuan senilai Rp 200 ribu per orang. Itu tiap tanggal 7-10 setiap bulan,” paparnya.

Apalagi papar dia, mendekati Bulan Ramadhan. Menurut Punjul nantinya juga akan menggeser giat safari Ramadhan.

Yang menurutnya pergeseran anggaran safari akan diberikan ke orang-orang yang terdampak jika ada. “Untuk urusan administrasi di Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Desa atau DP3AP2KB telah diminta untuk membantu administrasi pencairan dana desa. Supaya pencairan DD/ADD tidak terkendala,” mintanya.

Untuk itu, minta dia, para Kades mendata orang-orang yang menganggur. Itu mengingat hotel dan tempat hiburan yang ditutup sementara, dan berapa jumlah pekerjanya.

“Para Kades bisa menggunakan anggaran DD/ADD untuk memberi pekerjaan bagi mereka yang menganggur. Agar kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan,” tegasnya.

Selain itu, tegas dia, Pemkot juga meminta agar tanggungan hutang di bank yang harus dibayar bulan Maret bisa diangsur pada bulan April atau mundur.Dan hal itu, menurutnya Pemkot sudah menyampaikan ke OJK agar segera disampaikannya ke pusat.

“Kemudian mereka yang menyewa stand-stand tempat wisata besar seperti JTP Group agar tidak membayar penuh dalam waktu bulan Maret. Karena bisa dipastikan sejak pertengahan bulan ini sepi pengunjung dan ditutup akibat dampak Covid-19,” pungkasnya. (Gus)