Peringati HUT Kota Batu, Pemkot Gelar Wayang Kulit

18 October 2021 - 12:10 WIB
Wayang kulit yang digelar Pemkot Batu dalam rangka memperingati HUT Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Kota Batu, jatuh pada 17 Oktober 2021, Minggu (17/10/2021). Kala itu  Pemkot Batu mengelar pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Eko Saputro, dengan lakon, ” Tumuruning Wahyu Sandang Pangan Dewi Sri Boyong, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Yang perlu diketahui, prosesi HUT ke 20, Kota Batu tersebut, mengusung tema “Bangkit Bersama, Peduli Sesama, untuk Kota Batu Berjaya”.

Dan itu, mempunyai makna dan semua berharap agar Kota Batu dapat bangkit kembali, dan dilakukan bersama-sama.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq,Minggu ,17/ 10/2021, pagelaran wayang kulit yang merupakan agenda wajid  dalam rangkaian peringatan hari jadi, Kota Batu.

Wali Kota Dewanti Rumpoko saat menyaksikan pagelaran wayang kulit.

“Ini merupakan satu wujud daripada aktualisasi kegiatan disektor pariwisata.Jadi pagelaran wayang kulit ini ,juga bagian yang tak terpisahkan dalam rangka pengembangan kebudayaan kota kegiatan pagelaran wayang kulit,” kata Arief.

Itu, kata dia, kedepannya akan lebih ditingkatkan untuk peningkatan daya tarik wisata. Meski begitu, kata dia, tidak hanya wayang kulit saja nantinya.

“Kesenian – kesenian yang menggambarkan cerita pewayangan nanti akan diwujudkan dalam bentuk pagelaran wayang orang salahsatunya adalah dengan lakon, Arjuno Wiwaha. Jadi Kota Batu  berkeinginan besar jadi salahsatu destinasi wisata budaya di Jatim,” ungkapnya.

Untuk itu, ungkap dia, dengan penguatan potensi wayang kulit dan wayang orang. Karena, menurut dia, Kota Batu memiliki sebuah destinasi wisata alam. Yaitu Gunung Arjuna yang merupakan suatu gunung di Indonesia yang memiliki nama ikon.

Oleh karena itu, menurut Arief,  sangat pas agenda peringatan hari jadi Kota Batu selalu ada pagelaran wayang. “Dan nanti akan menjadi sebuah kegiatan yang betul – betul berkualitas dan menjadi daya tarik, wisatawan,” ujarnya.

Selain itu, ujar dia, kegiatan ini, diselenggarakan selain memiliki rekomendasi Satgas Covid – 19 yang mana salah satu rekomendasinya bahwa pelaksanaan daripada kegiatan ini, termasuk para undangan ,menurutnya diwajibkan untuk mengikuti swab.

“Kemudian harus menunjukkan bukti sudah mengikuti vaksinasi. Disamping itu , panitia HUT Kota Batu , tengah menyiapkan sarana prasarana untuk prokes, untuk menjamin para undangan tidak ada yang terpapar covid,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, mengaku situasi HUT ke – 20 Kota Batu ini memamg sangat berbeda.

Pagelaran wayang kulit berlangsung meriah

“Memang saya menekankan mari kita buat situasi ini saling berbagi, dan alhamdulillah karena yang diusung temanya, bangkit bersama peduli sesama untuk menuju Kota Batu berjaya.Ini sangat mempunyai tema yang pas,” kata Dewanti.

Terlebih, kata dia, setelah upacara  pihaknya berkeliling kepada beberapa tokoh masyarakat termasuk pendiri Pokja, Kota Batu.

“Alhamdulillah, Kota Batu diusia 20 ini, dalam situasi pandemi tetap punya semangat dan tetap memberikan situasi yang punya makna untuk mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Terlebih lagi, papar dia, juga para pejuang yang ia temui, menurutnya usia semua diatas 90 tahun.

“Beliau – beliaunya bilang setiap malam ketika bangun tidur dan  yang didoakan satu. Agar Kota Batu ini tetap menjadi kota kebanggaan yang bisa lebih mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Ketika pendahulu – pendahulu dan pejuang – pejuang ini sudah menyampaikan itu, menurut Wali Kota Perempuan pertama di Malang Raya ini, wajid hukumnya.

“Untuk meneruskan dan mengisi Kota Batu ini menjadi kota yang paling membanggakan.Seperti harapannnya Pak Andrek Prana,bersama rekan seperjuangannya, beliu – beliunya nya sudah berjuang tanpa kenal lelah dengan biyaya yang tak terhitung,” katanya.

Dengan begitu, kata dia, akhirnya mereka bisa mendirikan Kota Batu  20 tahun lalu.Olehkarena itu,meski sebatas meneruskan perjuangannya Eddy Rumpoko, mantan Wali Kota Batu periode sebelumnya, yang notabene adalah suaminya.

“InsyaAllah, satu tujuan. Salah satu Pasar Besar Kota Batu, itu akan direnovasi, dibangun dan menjadi pasar yang megah se Indonesia. Tidak mau kalah dengan Balai Kota Among Tani , dan tidak mau kalah juga dengan pasar yang ada di thailand,” sergah Dewanti bangga.

Dengan demikian, pihaknya berharap Pasar Besar Batu, nantinya akan jadi ikon, dan pasar tersebut nantinya bakal jadi jujukan wisatawan. Selain itu, kata dia, akan jadi kehidupan perekonomian Kota Batu. (Gus*)