Perkembangan Dunia Usaha di Kota Malang Alami Akselerasi

13 July 2021 - 19:01 WIB
Kepala BI Malang Azka Subhan A

MALANG (SurabayaPost.id) –  Kegiatan dunia  usaha di Kota Malang pada masa pandemi Covid-19 ini masih terus bergeliat. Sebab, berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) Malang, perkembangan dunia usaha, khususnya sektor riil secara triwulanan mengalami akselerasi. 

Kepala BI Malang, Azka Subhan Aminurridho mengungkapkan hal tersebut, Selasa (12/7/2021).

Menurut dia, sesuai hasil SKDU BI  Malang triwulan II-2021 mengindikasikan bahwa kegiatan usaha mengalami akselerasi. Itu  dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan II-2021 sebesar 14,20%, membaik dari -29,08% pada triwulan I-2021. 

“Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang sudah tercatat positif. Di antaranya sektor Industri Pengolahan (SBT 7,87%), Perdagangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 3,22%), serta Jasa Keuangan dan Jasa Perusahaan (SBT 1,63%),” ungkap dia.  

Menurut, pria yang akrab disapa Azka ini,  peningkatan pada sektor Industri Pengolahan itu didorong oleh permintaan yang mulai membaik. Lalu, kata dua, diikuti mulai pulihnya kapasitas utilisasi, dan kebijakan pemerintah yang akomodatif. 

Perbaikan kinerja, tutur mantan pejabat BI Drnpasar ini,  juga diikuti oleh sektor perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan minum. Insentif berupa relaksasi PPnBM kendaraan baru mendorong peningkatan kinerja khususnya pada industri otomotif dan juga base effect dari kontraksi penjualan mobil di awal pandemi pada tahun sebelumnya. 

Sedangkan peningkatan mobilitas yang terjadi sepanjang triwulan II 2021 sekaligus adanya momen HBKN Idul Fitri, kata Azka,  turut mendorong peningkatan kinerja perhotelan maupun usaha makan minum. “Begiyu juga progres vaksinasi yang terus dipercepat pada triwulan II 2021 menjadi salah satu katalisator perbaikan kinerja dunia usaha,” tegas Azka. 

selain itu, kata mantan pejabat BI Bandung ini, hasil survei juga mengindikasikan bahwa kondisi keuangan dunia usaha pada triwulan II-2021 mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari kondisi likuiditas perusahaan yang menunjukkan kenaikan Saldo Bersih (SB) sebesar 7,04% dibandingkan dengan triwulan sebelumya yang tercatat sebesar 2,33%. 

Sementara itu, kata Azka, pertumbuhan kredit perbankan di wilayah kerja BI Malang per Mei 2021 tumbuh sebesar 0,28% (yoy). Kontribusi terbesar dari pertumbuhan tersebut berasal dari kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 0,56% (yoy), disusul kredit konsumsi yang tumbuh 0,48% (yoy), sementara kredit investasi masih terkontraksi -0,87% (yoy). 

Selanjutnya, kata Azka, kegiatan usaha diprakirakan tetap optimis dan akan tetap tumbuh positif pada triwulan III-2021 meskipun lebih rendah dari capaian triwulan II 2021. Hal itu menurut dia,  tercermin dari SBT prakiraan kegiatan usaha sebesar 11,79%. Seiring dengan berlaku efektifnya PPKM darurat mulai 3 Juli 2021, sektor konstruksi dapat tetap beroperasi 100% meski dengan kapasitas yang terbatas. 

Selain itu, dijelaskan Azka bawa  realisasi belanja modal serta pembangunan proyek berdasarkan Perpres 80/2019 telah memasuki tahap konstruksi. Pemberlakuan pengurangan PPh Jasa Konstruksi sejak Maret 2021 juga turut mendorong kinerja sektor konstruksi. 

Optimisme kegiatan usaha, lanjut dia,  juga direspon oleh sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT prakiraan kegiatan usaha sebesar 2,43%. “Disrupsi teknologi dan digitalisasi pada sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.  (@ji)