PWI Malang Raya Berduka, Jurnalis Senior Tutup Usia

26 March 2022 - 05:26 WIB
Asan Haji (Aji), wartawan senior yang sebagai Direktur Lembaga Pendidikan Wartawan (LPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya tutup usia.
Asan Haji (Aji), wartawan senior yang sebagai Direktur Lembaga Pendidikan Wartawan (LPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya tutup usia.

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya berduka.
Sebab, salah satu wartawan senior, Asan Haji (54) yang juga sebagai Direktur Lembaga Pendidikan Wartawan (LPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya tutup usia, Jumat (25/3/2022), sekitar pukul 17.54 WIB.

Jurnalis senior yang akrab dipanggil Aji ini mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya, di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Almarhum dikenal sosok pria yang murah senyum dan sangat dekat dengan berbagai kalangan, serta dapat membimbing para jurnalis muda untuk terus berkarya sesuai kode etik jurnalistik.

Rumah duka, Jl Bareng Tengah V No 707, Klojen, Kota Malang
Rumah duka, Jl Bareng Tengah V No 707, Klojen, Kota Malang

“Almarhum ini dikenal sangat ramah dan baik, beliau tidak segan-segan untuk menularkan ilmu jurnalistik,” ucap Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono, Jumat (25/3/2022) malam.

Menurut Cahyono, kiprah almarhum di dunia jurnalistik ini dikenal sangat familiar bagi jurnalis lainnya, baik yang muda maupun yang tua.

“Almarhum menjadi sosok panutan teman-teman jurnalis tidak hanya di PWI, pekerjaannya sebagai jurnalis sudah tidak diragukan lagi, PWI Malang Raya kehilangan sosok Asan Haji,” tegasnya

Pria kelahiran Situbondo ini meninggal dunia di usia 54 dengan meninggalkan 3 orang anak. Jabatan terakhir sang Maestro jurnalis ini, menjadi Pimpinan Redaksi (Pimred) media online bernama SurabayaPost.Id.

Selain dikenal ramah dimata para jurnalis, Asan Aji juga dikenal ramah terhadap warga sekitar. Salah satu warga, Tri Sulistyono mengungkapkan hal itu. Ia selama ini sering berkomunikasi serta saling tukar pendapat dengan almarhum.

” Beliau orangnya sangat baik. Saya tau beliau itu wartawan senior. Mangkanya kami sering sharing terkait berbagai permasalahan,” tutur Tri Sulistyono.

Sementara itu, pantauan dirumah duka sejak pukul 17.00 hingga pukul 23.00 WIB, para pen takjiah kerumah duka saling berdatangan. Tak hanya warga sekitar, beberapa pejabat pun tampak hadir. Seperti Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika. Selain itu, Humas Pemkot Malang, Polresta Malang Kota dan semua jajaran pengurus PWI Malang Raya serta perwakilan Pemkot Malang.

Rumah duka penuh pentakjiah, pasalnya, almarhum selama hidupnya dikenal dekat dengan semua kalangan. Hingga berita ini diturunkan, para pentakjiah masih berdatangan.

Ucapan belasungkawa berupa karangan bunga pun saling berdatangan. Seperti, karangan bunga dari Rektor IKIP Budi Utomo Malang, PT BPF Malang serta dari Ketua DPRD Kota Malang dan Ketua PWI Malang Raya.

Karangan bunga ucapan belasungkawa ibu
Karangan bunga ucapan belasungkawa ibu
Karangan bunga ucapan belasungkawa pwi
Karangan bunga ucapan belasungkawa pwi
Karangan bunga ucapan belasungkawa ketua dprd
Karangan bunga ucapan belasungkawa ketua dprd
Karangan bunga ucapan belasungkawa best profit
Karangan bunga ucapan belasungkawa best profit

“Kami sangat berduka. Kami kehilangan senior yang jadi panutan. Beliau (Asan Haji) selama ini telah membimbing kami untuk menjadi wartawan profesional dengan mentaati kode etik,” ucap Agus, jurnalis asli Madura yang bertugas di Kota Batu tersebut. (lil)