Sambut HUT Kemerdekaan RI, Kantor KPAD Belum Pasang Bendera Merah Putih

16 August 2021 - 11:12 WIB
Kantor KPAD Batu yang hingga kini masih belum pasang bendera merah putih, meski besok, Selasa (17/8/2021) merupakan HUT Kemerdekaan RI.

BATU (SurabayaPost.id) –  Astagfirullah … Lupa, entah bagaimana memasuki bulan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke – 76 ini, yang bakal jatuh pada Selasa (17/8/2021), Kantor Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD), Kota Batu yang terletak di Jalan Sultan Agung,  Kota Batu, terlihat tidak memasang bendera sang saka merah putih di depan kantornya.

Berdasarkan pantauan Surabayapost.id, hingga Kamis (16/8/2021),  gedung  City Aids Commission tersebut dalam keadaan sepi, pintu pagarnya tertutup, dan terlihat pula tidak ada penghuninya.

Dengan begitu, jadi tak heran kalau ada salah satu warga, Kota Batu Masrukin tukang ojek yang mangkal di sebelah kantor tersebut, mengaku heran karena tidak terlihat memasang bendera merah putih dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 76.

“Tak mau tau, itu kantornya pemerintah atau kantor milik swasta, namun sangat memprihatinkan jika di momen hari kemerdekaan RI ini, tak terlihat memasang bendera,” katanya.

Terlebih, kata dia, negara sedang dilanda musibah Covid – 19 yang belum berakhir, dan biasanya dalam menyambut hari kemerdekaan, Rakyat Indonesia mengemas dengan keramaian yang luar biasa.

“Tapi saat ini, kita hanya bisa menyambut dengan sederhana mungkin, karena Prokes Covid, yang tak boleh ada giat mengundang keramaian warga,” ungkapnya.

Terlebih lagi, di pelosok kampung, ketua RT dan RW,juga menginformasikan harus memasang bendera di setiap rumah maupun kantor- kantor yang berada di wilayahnya.

“Bahkan, tim Polres Batu, yang dipimpin Bapak Kapolres Batu,AKBP Catur C Wibowo SIK MH, kerap blusukan selain membagikan paketan berupa sembako, sekaligus memberikan bendera – bendera kecil kepada warga.Itu, mencerminkan untuk mengingatkan bagi kita semua agar menghargai jasa – jasa para pejuang dalam memertahankan negeri ini dari ancaman para penjajah saat itu,” ujarnya.

Alih – alih, ujar dia, sekarang ini, hanya tinggal enaknya berdiri di Bumi Pertiwi ini, dan tak pernah merasakan lelah dan pahitnya perjuangan saat itu.

“Hanya memasang bendera saja, bisa lalai, Astagfirullah,” seru Masrukin sembari mengelus dadanya. (Gus)