Terima 1.700 Maba, IBU Siapkan Agenda Samba 2020

15 July 2020 - 09:54 WIB
Rektor IBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko

MALANG (SurabayaPost.id) – Pada masa pandemi Covid-19 ini banyak calon mahasiswa yang tidak memiliki kegiatan selain menunggu pengumuman kelulusan di perguruan tinggi. Namun mahasiswa baru (Maba) IKIP Budi Utomo (IBU) Malang justru tidak demikian.

Itu karena mereka pada Kamis (16/7/2020) akan disambut seluruh civitas akademika melalui atribut “Go to Samba 2020” (bersegera sambut maha) episode I. Tercatat 1700 calon maba dari Malang Raya dan Indonesia Timur mendaftarkan diri.

Sementara yang mengikuti “Go to Samba 2020” episode I ada 50 Maba. Mereka terdiri dari 25 Maba yang langsung hadir di Kampus C IBU, Jl Citandui, dan 25 Maba lainnya lewat youtube streaming.

Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko

“Sebagai warga baru IBU, selayaknya kita sambut kedatangan mereka dengan keramahtamahan layaknya adat istiadat bangsa Indonesia yang berbudaya,” kata Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko M.Si, Selasa (14/7/2020).

Menurut Nurcholis, titel “Go to Samba 2020” sebagai lambang kami harus bersegera menyambut antusiasme mahasiswa baru. “Mereka ini kan sudah memilih kuliah di IBU dengan melakukan daftar ulang. Nah sekarang jadi tugas kami menyambut dengan suka cita,” ujarnya seraya menambahkan setelah episode I, akan dilanjutkan epidose II, episode III, episode IV, dan seterusnya.

Jangan sampai, lanjutnya, antusiasme mereka untuk kuliah terhambat hanya karena kami tidak bergerak cepat memastikan status mereka. “Dengan “Go to Samba 2020″ ini kami pastikan status mereka tidak lagi sebagai anak SMA tetapi sudah menjadi mahasiswa,” tegasnya.

Tentu saja dengan status mahasiswa, mereka berhak mendapat pembelajaran dari dosen yang mengampu masing-masing mata kuliah. Juga berhak menikmati segala fasilitas kampus IBU yang memang disiapkan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon pendidik.

Yang tak kalah penting, mereka juga tidak lagi tanpa kegiatan di era pandemi Covid-19 itu karena harus mulai menyiapkan segala sesuatu untuk proses pembelajaran.

Nurcholis pun lantas menyatakan permintaan maaf kepada Dikti. Alasannya karena mungkin dianggap mengawali perkuliahan.

“Saat perguruan tinggi lain masih melakukan tes masuk, IBU sudah mendapat mahasiswa. Tentu saja konsekuensinya, IBU harus memberikan hak kepada mahasiswa baru berupa materi-materi perkuliahan.,” katanya.

Saat pelaksanaan “Go to Samba 2020” episode I, IBU tetap menerapkan protokol kesehatan untuk cegah Covid-19. Itu seperti harus melalui pemeriksaan thermo gun saat masuk kampus, menggunakan masker, cuci tangan di wastafel yang sudah disiapkan, serta sosial distancing ketika mengikuti acara.

“Semua sudah kami siapkan sesuai standar protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah. Termasuk Maba juga harus sudah melakukan rapid test,” tegasnya.

Di antara mahasiswa baru nanti, ada dua nama yang cukup dikenal sebagai pesepak bola di tanah air. “Yang pertama, Jericho Cristantoko (Persijap Jepara), serta Iman Budi Santosa pemain Persis Solo,” tutupnya. (Lil)