Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee

Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, Rabu 21 Oktober 2026. (Sumber Humas UIBU).
Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, Rabu 21 Oktober 2026. (Sumber Humas UIBU).

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang kembali menunjukkan cara berbeda dalam menyambut Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2026. Jika kampus lain identik dengan ospek yang menegangkan, UIBU justru menjadikan Sinau Heppiee sebagai jargon resmi Sambut Maba 2026 — sebuah konsep penyambutan yang membahagiakan, humanis, dan penuh kekeluargaan.

Jargon tersebut dirangkai secara berkelanjutan, dimulai dari kegiatan sederhana penuh makna yakni Sarapan Bareng Makanan Sehat (Sabar Mase) hingga berlanjut ke tahap pembentukan jiwa wirausaha melalui Entrepreneur Heppiee.

Kampus yang mengusung jargon World Class Entrepreneurship University ini menegaskan bahwa Sambut Maba bukan sekadar pengenalan kampus, melainkan proses membangun rasa memiliki sejak hari pertama.

Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, Rabu 21 Oktober 2026. (Sumber Humas UIBU).

Rangkaian Sinau Heppiee digelar pada 13–17 Oktober 2026 dan dipusatkan di Kampus C UIBU Malang. Kegiatan pembukanya adalah Sabar Mase, di mana mahasiswa baru diajak sarapan sehat bersama dosen dan kakak angkatan dalam suasana santai tanpa sekat.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa Sabar Mase menjadi simbol pendekatan baru UIBU dalam menyambut Maba.

“Melalui Sinau Heppiee dan Sabar Mase, kami ingin menunjukkan bahwa menyambut mahasiswa baru bukan hanya tentang memperkenalkan program studi atau sistem akademik, tetapi juga bagaimana membuat mereka merasa diterima, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIBU,” ujar Riyanto.

Konsep ini melibatkan lintas fakultas secara utuh. Dari Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK) meliputi Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, dan Pendidikan Biologi. Dari Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) meliputi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, serta Pendidikan Sejarah dan Sosiologi. Sementara dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) meliputi Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.

Lebih dari sekadar makan bersama, Sabar Mase juga menjadi wadah penanaman nilai. Kepedulian terhadap sesama, saling menghargai perbedaan, hingga komitmen untuk mencegah perundungan (bullying) dan kekerasan seksual ditanamkan sejak awal untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan suportif.

Setelah rasa nyaman dan kekeluargaan terbentuk, Sinau Heppiee berlanjut ke fase yang lebih menantang dan produktif, yakni Entrepreneur Heppiee yang digelar pada 19–31 Oktober 2026* di Kampus C.

Dengan mengusung tema ENTREPRENEUR HEPPIEE – Think Creative, Start Innovative, Grow Entrepreneurial, Kampus C disulap menjadi Wadah Kreativitas, Inovasi, dan Pengembangan Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa.

“Saatnya mengubah ide menjadi peluang, kreativitas menjadi inovasi,” menjadi semangat yang digaungkan dalam fase ini.

Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, Rabu 21 Oktober 2026. (Sumber Humas UIBU).
Sinau Heppiee Jadi Jargon Sambut Maba UIBU 2026, Dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee, Rabu 21 Oktober 2026. (Sumber Humas UIBU).

Sementara itu, Rektor Universitas Insan Budi Utomo Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa transisi dari Sabar Mase ke Entrepreneur Heppiee adalah filosofi pendidikan yang utuh dan tidak terpisahkan.

“Kami di UIBU tidak ingin mahasiswa baru datang dengan rasa takut. Kami ingin mereka datang dengan rasa bahagia. Melalui Sabar Mase dalam Sinau Heppiee, kami buat mereka merasa menjadi keluarga. Setelah nyaman dan Heppiee, baru kami ajak mereka untuk Think Creative, Start Innovative, dan Grow Entrepreneurial melalui Entrepreneur Heppiee di Kampus C,” tegas Dr. Nurcholis Sunuyeko.

Menurutnya, filosofi Heppiee yang berarti Happy, Energic, Positif, Produktif, Inovatif, Empatik, dan Entrepreneurial harus berjalan secara berurutan.

“Bagaimana mungkin kita minta mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif kalau sejak hari pertama mereka sudah tertekan? Kreativitas hanya lahir dari rasa aman, nyaman, dan bahagia. Setelah Sabar Mase membuat mereka Heppiee, saatnya di Kampus C ini kita ubah ide menjadi peluang usaha. Inilah fondasi kami sebagai World Class Entrepreneurship University,” tambahnya.

Selama 13 hari, Kampus C akan menjadi pusat aktivitas kewirausahaan. Para Maba akan dibekali workshop kreativitas, talkshow bersama entrepreneur sukses, coaching klinik ide bisnis, hingga pameran inovasi.

Rangkaian Heppiee sendiri merupakan agenda panjang UIBU Malang. Telah dimulai dari Ngopi Heppiee pada 17–30 September, berlanjut Sinau Heppiee pada 1–17 Oktober, kemudian Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober, dilanjutkan Siakad Heppiee pada 1–12 November, Samba Heppiee pada 21 November, hingga puncaknya International Fun Run Heppiee pada 6 Desember 2026.

“Melalui jargon Sinau Heppiee ini, kami ingin menghadirkan pengalaman menjadi mahasiswa yang utuh — tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan kampus yang dinamis, sehat, penuh kebersamaan, membahagiakan, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja,” pungkasnya. (lil).

Baca Juga:

  • Kabar Gembira! Kantongi SK Mendiktisaintek 1177/B/O/2026, UIBU Malang Tambah Prodi Baru PKO S1
  • Tim Voli Putri UIBU Ladeni TIMNAS Unesa dengan Skor Ketat
  • Sinau Heppiee Berlangsung, UIBU Bangun Kebersamaan Sejak Hari Pertama
  • Tim Voli Putri UIBU Kalahkan UIN Tulungagung, Amankan Tiket Final Liga Voli Mahasiswa 2026