Tangani Wabah Covid-19, Pemkot Diharap Memanfaatkan Smart City

Kapolres Batu saat memimpin penyemprotan disinfektan untuk membasmi virus corona

BATU (surabayapost.id) – Pemkot Batu diharapkan bisa memanfaatkan fasilitas Smart City dalam menangani kasus Covid-19. Sebab, fasilitas canggih senilai Rp 9 miliar itu selama ini dinilai tak difungsikan oleh Diskominfo Kota Batu.

Penilaian tersebut disampaikan Mahasiswa S3 FIA Bisnis Universitas Brawijaya, praktisi & Konsultan Bisnis Muhamad Rizky Ramdan, Selasa ( 31/3/2020). Menurut dia Smart City Pemkot Batu mestinya bisa mempermudah penanganan wahana virus korona itu.

Menurut Rizky, saat itu kebutuhan Smart City di Kota Batu sangat penting untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi di wilayah Kota Batu.

“Agar segala informasi di Kota Batu terpusat di Smart City. Aplikasinya ada among warga kemudian ada beberapa aplikasi yang lain namun disitu peran Smart City di Kota Batu yang dengan besaran pengadaan senilai Rp 9 miliar itu, ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Risky.

Rizky

Seharusnya pemerintah dalam menangani kasus corona ini bisa pakai itu. Sebab, menurut Risky dengan besaran anggaran senilai Rp 9 miliar eman tak dimanfaatkan ketika ada kasus corona di Kota Batu.

“Masyarakat bisa mendapat informasi dari catatan perkembangan corona, mulai dari ODR dan OPD dan seterusnya. Termasuk pasien yang terkonfron di Rumah Sakit itu sebenarnya cukup laporan melalui Smart City kalau bisa berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Kemudian sebagai contoh, ungkap dia,ketika kemarin ada kejadian di Alun – Alun Kota Batu ada seorang Ibu yang tergeletak di Jalan. Sedianya warga cukup menginformasikan dengan mengunduh aplikasi among warga.

“Dengan fitur di foto, setelah itu caption bahwasanya terjadi ada orang yang jatuh di seputaran Alun – Alun Batu.Kemungkinan terpapar virus corona misalnya,atau karena faktor lain , cukup melihat di jaringan among warga,” tandasnya.

Selanjutnya tandas dia, data itu masuk ke Diskominfo. Berikutnya dilanjutkan kebagian Dinkes akan menindaklanjuti ke Puskesmas.

“Kemudian Puskesmas terdekat akan mengirimkan tenaga kesehatan ke lokasi dan mengecek langsung sehingga program among warga itu akan tepat sasaran dan tidak pakai ojek seperti kemarin yang terjadi itu,” sarannya.

Dengan begitu, menurut dia, laporan dari warga langsung ditindaklanjuti oleh Kominfo. Selain pelaporan, dari warga itu tadi Smart City bisa terhubung dengan Dispendukcapil.

“Dari situlah fungsi Smart City bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Wisata Batu.Dan mohon maaf ini bagian kritikan untuk teman – teman Pemkot Batu.Bagus membuat program yang aneh – aneh , tapi dimohon gunakan tepat sasaran dan ada manfaatnya bagi masyarakat batu.Karena pengadaannya sumber uangnya dari uang rakyat,” sindir Rizky.

Darisebab itu, Rizky meminta agar Smart City bisa berfungsi sesuai dengan rencananya. Yakni sesuai dengan keinginan rakyat Batu.

“Apalagi dengan musibah seperti ini yang telah mengguncang dunia,kami harap sebagai sumber informasi Smart City sangat penting.Karena selama ini,warga batu hanya bisa mendapatkan informasi yang sumbernya dari berita – berita di media saja,” pungkasnya (Gus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.