MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kesehatan berkualitas melalui pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis mini hospital. Ujian keterampilan klinis ini digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB V), fasilitas baru berteknologi tinggi yang dirancang menyerupai lingkungan rumah sakit modern.
OSCE menjadi salah satu instrumen utama evaluasi kompetensi mahasiswa keperawatan karena tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menilai komunikasi terapeutik, berpikir kritis, clinical reasoning, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi gawat darurat.
Kepala Departemen Keperawatan Gawat Darurat (KGD) UMM, Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., (tautan tidak tersedia), menjelaskan bahwa OSCE merupakan metode paling relevan untuk memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. “OSCE mini hospital di GKB V memberikan gambaran nyata bagaimana mahasiswa menghadapi pasien dalam kondisi kritis, berkomunikasi di bawah tekanan, serta melakukan tindakan klinis berbasis keselamatan pasien. Inilah yang membentuk mereka menjadi perawat profesional di masa depan,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menuturkan bahwa OSCE bukan sekadar ujian praktik, melainkan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan. “Dengan fasilitas GKB V, kami memastikan mahasiswa tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja nasional maupun global dengan kompetensi dan empati yang seimbang,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan OSCE mini hospital ini, Prodi Keperawatan UMM menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan bukan hanya wacana, tetapi telah diwujudkan secara nyata. UMM tidak sekadar membangun gedung baru, melainkan membangun budaya mutu dan profesionalisme demi menyiapkan tenaga kesehatan masa depan yang andal dan berintegritas. (lil).
