Usai Kunjungi India dan China, Unidha Berencana Gratiskan SPP Bagi Mahasiswa Asing

4 October 2019 - 07:31 WIB
Rektor Unidha, Prof Suko Wiyono bersama Warek 1, Dr Suharto, M.Pd serta tiga dosen Unidha usai lawatan ke Universitas di China. Mereka adalah Dr Kustyarini, M.Pd , Sri Ayu Irawati, SH, MH serta Heni Masruroh , M.Sc

MALANG  (SurabayaPost.id) – Universitas Wisnu Wardhana  (Unidha) bakal menggairahkan SPP bagi mahasiswa asing. Rencana tersebut digagas setelah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di India dan China. 

Hal itu diakui Wakil Rektor I Unidha, DR Suharto SM, M.Pd, saat mendampingi Rektor Unidha Prof Dr Suko Wiyono, Kamis (3/10/2019). 

Dia  menjelaskan bahwa bersama Rektor Prof Dr Suko Wiyono, pekan lalu telah melakukan kunjungan ke India bersama rombongan dosen lainya.

Rombongan dosen dan mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang saat berada di China

“Sebagai tindak lanjut kesepakatan dengan perguruan tinggi di India, yang bisa dilakukan adalah dengan pertukaran mahasiswa. Tekniknya, bisa nantinya dengan SPP nya digratiskan,” tutur Suharto. 

Ia melanjutkan, pertukaran bisa dimulai dengan jurusan Bahasa Indonesia. Karena di India, masih sedikit sekali orang yang bisa berbahasa Indonesia.

Pada waktu bersamaan, lanjut dia, juga ada dosen dan mahasiswa yang ke China untuk riset. Berkaitan dengan fakultas yang ada di Wishnu Wardhana. Di China, secara keilmuwan dan teknologi bisa dinilai mutakhir.

Sementara itu, Dr Kustyarini, M.Pd  menambahkan, dia bersama beberapa dosen, diantaranya Sri Ayu Irawati, SH, MH serta Heni Masruroh, M.Sc serta mahasiswa melakukan kunjungan ke China.

“Keberangkatan kami ke Politeknik Mianyang di provinsi Sichuan atas dukungan dari Aptisi Jawa Timur (assosiasi perguruan tinggi swasta) yang dalam hal ini diketuai oleh Rektor kami. Prof .Suko., dalam hal pertukaran pelajar dan budaya di MIanyang,” jelas dia.

Rombongan dosen dan mahasiswa Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang saat berada di China

Menurut dia, Aptisi bekerjasama dengan ICCM  Unidha sebagai pengirim terbanyak. Yakni 13 orang yang berangkat dari Unidha. Mereka  meliputi 10 0rang mahasiswa dan 3 Dosen. Unidha mengirim 2 mahasiswa dan 2 dosen pendamping dengan dukungan penuh dari kampus. 

“Kampus kami baru saja membuat KUI yakni kantor urusan internasional yang nantinya juga akan bekerjasama untuk mengirimkan mahasiswanya maupun Dosen untuk dapat belajar di luar negeri,” jelas dia.

Menurut dia banyak hal yang bisa  dilakukan di Mianyang dalam mendapat pembelajaran dari awal kedatangan di Bandara Chengdu. 

“Saya secara pribadi sangat terinspirasi dengan sistem pendidikan dan cara berpikir serta bekerja mereka yang cepat dan baik serta berupaya menghasilkan sebuah karya bukan hanya menggunakan sebuah produk tetapi bagaimana dapat menghasilkan sesuatu,” jelas dia. 

Selama di Mianyang dia tinggal di Dormitory (semacam guest house). Sehingga dia dapat mengetahui bagaimana cara pendidikan mereka, serta kehidupan sehari hari yang sangat disiplin, selalu berupaya untuk berbuat yang terbaik dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Harapan saya untuk para pelajar dan mahasiswa di Indonesia pada umumnya untuk jangan lengah memanfaatkan waktu sebaik mungkin, berkaryalah buatlah sesuatu. Ciptakan sesuatu, berinovasilah untuk diri dan bangsa Indonesia yang kita cintai. Jagalah adat ketimuran dengan baik, peganglah budaya dan tradisi kita agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat, hebat dan berkarakter,” imbuhnya.  (lil)