Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim Meninggal Dunia Usai Salat Jumat

Gresik (SurabayaPost.id)— Kabar duka datang dari DPRD Kabupaten Gresik. Wakil Ketua DPRD Gresik, H. Ahmad Nurhamim, meninggal dunia pada Jumat (3/4/2026) usai menunaikan salat Jumat di Masjid Petrokimia Gresik.

Almarhum yang juga merupakan Ketua DPC Partai Golkar Gresik dua periode itu sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak enak setelah salat. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Habis salat Jumat di Masjid Petro bersama anaknya. Karena merasa tidak enak badan, akhirnya langsung dibawa ke RS Petrokimia. Beberapa saat kemudian sudah tidak ada,” ujar Johar Gunawan, Plt Kepala Dinas Kominfo Gresik.

Rencananya, sebelum dimakamkan, jenazah almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di kantor DPRD Gresik sambil menunggu keputusan dari pihak keluarga.

“Kita masih menunggu keputusan keluarga. Biasanya disemayamkan dulu di DPRD,” kata Wakil Ketua DPRD Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan, Mujid Ridwan.

Mujid menambahkan, almarhum yang akrab disapa Mas Nur dikenal sebagai sosok yang baik dan mudah bergaul. “Mas Nur itu orang baik, komunikatif, dan sangat terbuka dengan semua kalangan. Kami sangat kehilangan,” ujarnya.

Ahmad Nurhamim dikenal sebagai salah satu politisi senior Partai Golkar di Kabupaten Gresik. Ia memimpin DPC Golkar selama dua periode, sebuah posisi strategis yang tidak mudah dipertahankan di tengah dinamika internal partai yang cukup kompetitif.

Di bawah kepemimpinannya, Golkar Gresik relatif mampu menjaga soliditas organisasi hingga tingkat bawah. Ia dikenal mendorong konsolidasi struktur partai berbasis desa dan TPS, terutama menjelang Pemilu 2024.

Dalam kontestasi legislatif terakhir, Nurhamim kembali terpilih sebagai anggota DPRD Gresik periode 2024–2029 dan dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua DPRD. Jabatan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu figur kunci Golkar di parlemen daerah.

Di internal partai, Nurhamim dikenal sebagai figur organisatoris yang cukup luwes, mampu menjembatani berbagai kepentingan kader. Meski demikian, dinamika dalam tubuh Golkar Gresik tetap tidak lepas dari persaingan, terutama dalam momentum konsolidasi dan penentuan arah politik daerah.

Kepergiannya dinilai menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Partai Golkar, tetapi juga bagi peta politik lokal Gresik yang selama ini diwarnai peran aktifnya.

Kepergian Ahmad Nurhamim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat Gresik

Baca Juga:

  • Diterpa Isu Efisiensi dan Gejolak Global, Ekonomi Gresik Tetap Tangguh
  • Kodim 0817 Turun Tangan, Koperasi Merah Putih Gresik Dikebut: Cepat, Hemat, dan Tepat Sasaran
  • Dukung Program Presiden, Gus Yani : Silpa Hasil Efisiensi Untuk UMKM
  • Kejurkab ORADO Gresik Sukses, Domino Makin Profesional