MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, mengungkapkan bahwa APBD Kota Malang tahun 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar Rp300 miliar, dari sekitar Rp2,7 triliun menjadi kurang lebih Rp2,4 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya transfer keuangan dari pemerintah pusat.
Trio menyatakan bahwa kondisi ini membuat pemerintah harus melakukan penataan ulang konstruksi APBD agar program prioritas tetap terlaksana. Salah satu pos yang terpaksa disesuaikan adalah Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), yang turun hampir 20 persen.
“Pemerintah harus memaksimalkan pendapatan asli daerah untuk menutupi kekurangan anggaran,” kata Trio, Jumat (29/11/2025). Politisi PKS ini juga menekankan pentingnya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah, serta meminimalkan kebocoran pemungutan pajak.
Ia juga mendorong Pemkot Malang memanfaatkan teknologi perpajakan untuk memperkuat pengawasan, seperti pemasangan e-tax dan aplikasi pajak. Selain itu, ia menilai aset-aset milik daerah memiliki potensi besar untuk didorong melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Pemerintah perlu membuat banyak event-event kegiatan yang bisa mendatangkan wisatawan dan pengunjung, sehingga dapat menggerakkan ekonomi dan mendapatkan pajak,” tambah Trio.
Trio menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah menutup kekurangan anggaran dengan memperkuat pendapatan lokal. “Intinya, kita harus memaksimalkan pendapatan asli daerah untuk menutupi kekurangan anggaran akibat turunnya TKD,” tegasnya. (**).
