Wujudkan Ramah Lingkungan, UB Terjunkan Dosen FP Untuk Sosialisasi Pemanfaatan Pestisida Nabati 

Dr Silvi Ikawati, dosen FP Universitas Brawijaya Malang dengan sejumlah Mahasiswa UB saat KKN di Desa Mulyoagung, Kabupaten Malang. (Ist)
Dr Silvi Ikawati, dosen FP Universitas Brawijaya Malang dengan sejumlah Mahasiswa UB saat KKN di Desa Mulyoagung, Kabupaten Malang. (Ist)

MALANG (SurabayaPost.id) – Dosen Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Dr. Silvi Ikawati, SP. MP. MSc, beber hasil giat hibah pengabdian masyarakat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dilakukan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Kwguatab ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang bertujuan untuk mewujudkan ramah lingkungan. Agendanya sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan pestisida ramah lingkungan,” papar Silvi, Sabtu (27/07/2024).

Kegiatan hibah pengabdian masyarakat PNBP tersebut, menurutnya melalui Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya Malang.

“Sosialiasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati ini merupakan pengabdian dosen FP Universitas Brawijaya Malang kepada masyarakat.Giat ini berakhir pada Rabu (24/7/2024) lalu,” katanya.

Itu kata dia, dalam sosialisasi dan pelatihan pada penggunaan pestisida nabati lebih baik untuk menjaga ramah lingkungan.

“Masyarakat mudah cara membuat sendiri dengan bahan dasar mudah ditemukan dilingkungan sekitar.Seperti daun pepaya,dan beberapa daun – daun yang lain. Pestisida nabati sebagai solusi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),” paparnya.

Selain itu, kata dia, sebagai solusi pengendalian OPT tanaman perkebunan ramah lingkungan. Pestisida nabati disebutkan suatu pestisida bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. 

“Pestisida nabati digolongkan menjadi pestisida alami yang bahan bakunya mudah diperoleh di sekitar kita. Secara global terdapat lebih dari ratusan jenis tumbuhan dan telah dilaporkan dapat digunakan sebagai sumber bahan baku pestisida nabati,” tambahnya.

Dikatakannya, keuntungan menggunakan pestisida nabati dapat menciptakan lingkungan yang aman dari bahan kimia dan menghasilkan produk segar utama juga produk turunan dari komoditas perkebunan yang sehat dan aman untuk di konsumsi. (Gus)

Baca Juga:

  • Baloga Kota Batu Dan Universitas Brawijaya Hadirkan Omah Atsiri Sebagai Wahana Edukasi Baru
  • Prof. I Nyoman Nurjana Guru Besar Fak Hukum UB Kritisi RUU KUHAP
  • Perluas Unit Bisnis di Luar Kampus, Inilah Terobosan UB Melalui PT BMU
  • KAI Logistik Ekspansi ke Sektor Pendidikan, Buka Service Point di Universitas Brawijaya
  • Dosen FTP UB Sosialisasikan Teknologi PSA di Boyolali
  • Dies Natalis Ke-15, FIB UB Berikan Tujuh Penghargaan Melalui Anugerah Sabda Budaya kepada Pelaku Seni Budaya
  • FTP UB Luncurkan Program 100 Alumni dan Dosen Mengajar
  • Pakar Teknologi Agroindustri se-Indonesia Berkumpul di FTP UB Bahas Finalisasi Buku Kurikulum
  • Di Economic Policy Forum UB, Paslon ABADI Tegaskan Prioritas Pendidikan dan Kesehatan
  • Konferensi Internasional Bangun Ketahanan dan Atasi Dampak Perubahan Iklim Melalui Kerangka RJ di Indonesia