Optimalisasi PAD, Wali Kota Malang Minta Semua Pihak Pro Aktif

Guna optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), Wali Kota Malang, H Sutiaji meminta semua pihak pro aktif (ft.choli)
Guna optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), Wali Kota Malang, H Sutiaji meminta semua pihak pro aktif (ft.choli)

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Guna optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD), Wali Kota Malang, H Sutiaji meminta semua pihak pro aktif. Pasalnya,
Semua merupakan tugas bersama. Baik dari sisi pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan focus group discussion (FGD) Optimalisasi PAD Rabu (24/5/2023). Dimana dalam kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) pemungut.

“Berkaitan dengan peningkatan pendapatan tugas kita semua. Tugas kita semua, masyarakat punya tugas untuk saling mengawasi bagaimana potensi pendapatan bisa naik sebelum masuk menjadi belanja daerah,” ujar Sutiaji Rabu (24/05/2023).

Dirinya mencontohkan salah satunya pada beberapa sektor yang menjadi penerimaan PAD. Misalnya seperti pajak resto, yang menjadi kewajiban pihak pemilik atau pemilik resto untuk disetorkan menjadi PAD.

Dimana dalam hal ini, dirinya menilai bahwa masih belum semua wajib pajak sadar akan kewajibannya. Hal ini juga sempat menjadi temuan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) beberapa waktu lalu di sejumlah resto.

“Kalau di resto, karena orang kalau sudah makan disana sudah punya kelebihan (uang untuk pajak). Tugas pihak yang dititipi dalam hal ini resto adalah menyerahkan pembayaran, ini biasanya pemungut resto, hotel belum sepenuhnya sadar,” jelas Sutiaji.

Kendati berusaha untuk mengoptimalisasi PAD, dirinya menekankan bahwa hal itu tidak berbanding lurus pada beban masyarakat yang semakin tinggi. Artinya sebisa mungkin, diupayakan agar naiknya PAD tak turut diikuti naiknya beban pajak masyarakat.

“Artinya jangan sampai ngeruk kan, kasihan masyarakat,” imbuh Sutiaji.

Sebagai informasi, saat ini alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Malang sebesar Rp 2,81 Triliun. Sedangkan dari alokasi tersebut, PAD Kota Malang ditarget bisa mencapai lebih dari Rp 1 Triliun.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto mengatakan bahwa memang masih ada potensi yang dinilai perlu untuk dioptimalisasi. Untuk itu dirunya berharap agar semua OPD pemungut bisa bersama untuk melakukan optimalisasi.

“Jadi tujuannya Menggali permasalahan yg dihadapi OPD dan mencari solusi, meningkatkan penerimaan PAD, ketiga meningkatkan pelayanan masyarakat untuk tercapainya pembangunan pemerintah yang bersumber pada PAD,” tandasnya. (*)

Baca Juga:

  • Kulineran di Pasar Klojen, Walikota Wahyu Hidayat Gercep Tata Tenant dan Parkir
  • Dukung Wisata Kuliner, Wali Kota Malang Buka Event Madyopuro Mangano
  • Momen Lebaran, Wali Kota Wahyu Hidayat dan Wakil Walikota Ali Muthohirin Gelar Open House
  • Sidak di Tiga Tempat, Walikota Wahyu Hidayat Pastikan Pasokan Kebutuhan Pokok hingga BBM Tetap Aman Selama Libur lebaran
  • Walikota Wahyu Hidayat Temui Rektor UM, Bahas Perjanjian Pinjam Pakai Lahan
  • Wali Kota Malang Bersama Forkopimda Bagikan Ribuan Paket Sembako
  • Hadiri Bukber Bareng Rumah Sedekah NU, Begini Kata Walikota Wahyu Hidayat
  • Walikota Wahyu Hidayat Respon Cepat Permintaan Warga Lesanpuro
  • DPRD Siap Bahas Catatan Kritis dan Target 2025 Usai LKPJ Wali Kota Malang Diserahkan
  • Pertengahan Ramadhan, Walikota Wahyu Hidayat Pastikan Stok Cabai dan Telur Aman
  • Be the first to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.