MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7. Mahasiswa KKN UMM merespons ketimpangan distribusi air sawah di Desa Jambangan, Kabupaten Malang dengan membangun pintu irigasi baru sebagai instrumen pengatur distribusi air agar lebih adil dan terkontrol.
Koordinator program KKN, Rifdah Nuur Fauziyyah, menegaskan bahwa persoalan irigasi tidak bisa dipandang semata-mata sebagai isu teknis. “Distribusi air yang tidak terkontrol dapat memicu ketegangan antarpetani. Karena itu, solusi yang kami tawarkan bukan hanya membangun fisik pintu air, tetapi juga membangun kesepahaman bersama,” ujar Rifdah, Kamis (12/2/2026).
Pembangunan pintu irigasi ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan warga dan perangkat desa. Hasilnya, distribusi air sawah menjadi lebih adil dan terkontrol, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan memperkuat harmoni sosial di desa.
Salah satu petani setempat mengungkapkan bahwa keberadaan pintu irigasi baru memberi harapan agar pembagian air lebih adil dan transparan. “Sekarang alirannya bisa diatur. Kami jadi lebih tenang karena ada kesepakatan bersama. Harapannya ke depan tidak ada lagi perdebatan soal air,” ujarnya.
Langkah mahasiswa KKN UMM di Desa Jambangan membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi strategi mitigasi konflik agraria yang efektif. (lil).
