SURABAYA – Tidak semua lulusan langsung menemukan jalan karier yang pasti. Namun bagi Muhammad Dzaky Irsyad Naufal, masa pencarian itu justru menjadi bekal berharga. Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) ini akhirnya menemukan arah kariernya di industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) melalui jalur Management Trainee (MT).
Keputusan Dzaky memilih jalur MT bukan tanpa alasan. Setelah mencicipi dunia magang, ia menilai program MT menawarkan proses pengembangan diri dan percepatan karier yang lebih terarah untuk menjadi seorang pemimpin.
Sebelum terjun ke MT, Dzaky lebih dulu mengumpulkan amunisi pengalaman. Ia tercatat pernah magang selama lima bulan di Hub PT Garudafood sebagai data analyst. Tak berhenti di situ, ia juga mengikuti program magang sebagai development intern selama satu bulan di Toyota melalui program resmi perusahaan.
Dua pengalaman di industri yang berbeda itu memberinya perspektif baru tentang dunia kerja profesional.

“Saya ingin mencoba jalur yang sejak awal memang dirancang untuk pembentukan calon pemimpin. Di MT, kita tidak hanya belajar pekerjaan teknis, tapi juga dipersiapkan untuk memegang tanggung jawab manajerial,” ungkap Dzaky, Jumat (18/9/2026).
Keinginannya itu membawanya pada seleksi Management Trainee di PT ABC, salah satu perusahaan FMCG ternama. Persaingannya terbilang sangat sengit.
Tercatat sekitar 10.000 orang mendaftar pada program tersebut, namun hanya delapan orang yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir. Dzaky berhasil menjadi salah satu dari delapan orang tersebut setelah melewati berbagai tahapan seleksi hingga final interview.
Perjuangan belum selesai setelah lolos. Selama satu bulan pertama, ia harus mengikuti in-class training intensif di Jakarta. Setelah itu, ia langsung ditempatkan di Kudus untuk menjalankan peran sebagai acting supervisor.
Dinamika industri FMCG yang cepat menuntut adaptasi tinggi. Berkat kinerjanya, Dzaky kini dipercaya untuk mengemban tanggung jawab yang lebih luas. Ia dipindahkan ke Makassar dan kini menjabat sebagai Supervisor untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Memasuki bulan ketiga di Tanah Sulawesi, ia mengaku banyak pelajaran berharga yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Berhadapan langsung dengan pasar, tim, dan target menjadi proses pembentukan karakter sebagai profesional.
Program MT yang ia jalani memang berorientasi jangka panjang. Peserta diproyeksikan menjadi future leader dengan target pengembangan karier yang memungkinkan untuk mencapai posisi assistant manager dalam kurun waktu sekitar dua tahun.

Meski kariernya di FMCG sedang menanjak, Dzaky tidak melupakan rencana akademiknya. Ia mengaku telah merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Namun, ia memilih untuk tidak terburu-buru. Baginya, mengumpulkan pengalaman kerja terlebih dahulu akan membuat proses kuliah S2 nantinya menjadi lebih matang dan bermakna.
“Pengalaman profesional nanti bisa menjadi perspektif tambahan ketika kembali masuk ke lingkungan akademik. Jadi ilmunya lebih kontekstual,” jelasnya.
Kisah Muhammad Dzaky menjadi gambaran bagi para fresh graduate bahwa perjalanan karier adalah proses eksplorasi. Dari lima bulan sebagai data analyst, satu bulan sebagai development intern, hingga kini memimpin wilayah di Sulawesi, semua adalah bagian dari proses untuk terus mencoba, berpindah perspektif, dan akhirnya menemukan jalan yang ingin dibangun. (lil).
