Advokat Surjono Malang Jadi Juri Satu-Satunya di Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026

Advokat Surjono Malang (dia dari kiri) Jadi Juri Satu-Satunya di Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026, Minggu 4 Oktober 2026. (istimewa).
Advokat Surjono Malang (dia dari kiri) Jadi Juri Satu-Satunya di Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026, Minggu 4 Oktober 2026. (istimewa).

JAKARTA (SurabayaPost.id) – Ada kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang di ajang Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026. Pasalnya, salah satu juri yang dipercaya menilai kompetisi bergengsi tingkat nasional itu adalah advokat asal Malang, H. Surjono, S.H., M.H.

Ajang yang diselenggarakan oleh PERAGA INDONESIA pimpinan Roy E. Mahaieu ini sukses digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Minggu (4/10/2026). Memasuki tahun ketiga, Miss Tionghoa Indonesia tahun ini mengusung tema “The Power of Harmony” atau “United in Legacy”.

H. Surjono yang merupakan pendiri Kantor Advokat Pengacara SURJO & PARTNERS di Jalan Citandui 52B Kota Malang, Jawa Timur, menjadi satu-satunya advokat yang ditunjuk menjadi juri dalam ajang tersebut. Kepercayaan ini menjadi bukti kiprahnya tidak hanya di dunia hukum, tetapi juga di dunia pelestarian budaya.

Acara yang berlangsung meriah di Ballroom Hotel Aryaduta Menteng ini dinilai oleh dewan juri kompeten di bidangnya, yaitu Agoeng Soedir Poetra (Fashion Choreographer & Pageant Coach), Melati Tedja (Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024), Juniana, S.S., MTCSOL (Akademisi, Mandarin Profesional, Interpreter), Elice Chandra, ST., M.Si (Akademisi, Konsultan Pendidikan, Trainer, Speaker), dan Surjono, S.H., M.H (Lawyer, Entrepreneur, Legal Consultant).

Advokat asal Malang, H. Surjono, SH., MH pose bersama peserta salah satu pemenang. (ist)
Advokat asal Malang, H. Surjono, SH., MH pose bersama peserta salah satu pemenang. (ist)

Menurut Surjono, Miss Tionghoa Indonesia bukan sekadar kontes kecantikan biasa. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah untuk merayakan keberagaman dan harmoni budaya Tionghoa yang telah berakulturasi indah dengan budaya Nusantara.

Grand Final sendiri diawali dengan rangkaian Talent Show dan Sashing Ceremony pada 2 Oktober 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.

Para Juri dan panitia Miss Tionghoa Indonesia pose bersama. (ist).
Para Juri dan panitia Miss Tionghoa Indonesia pose bersama. (ist).

Kompetisi terbagi dalam tiga kategori usia. Kategori Cilik (Little) usia 7–12 tahun dimenangkan Ava Tjhe, Kategori Remaja (Teen) usia 13–16 tahun diraih Fiorentine Ailiabella Barlianto, dan kategori utama Senior/Dewasa (usia 17–27 tahun) dimenangkan Gebriella Giorgina.

Gelaran ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, yang hadir mengapresiasi ajang ini sebagai upaya penting dalam pelestarian budaya lokal dan akulturasi sebagai perisai di tengah derasnya arus budaya asing. (lil).

Baca Juga: