
MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Aksi demo bela Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal dunia saat aksi demo di Jakarta, berujung anarkis di Malang. Ratusan massa yang terdiri dari driver ojol, mahasiswa, dan masyarakat mendatangi Mako Polresta Malang Kota di Jl Jaksa Agung Suprapto pada Jumat (29/8/2025) malam.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono turun langsung menemui massa bersama Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, serta Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Moh. Alharidz Unus. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Malang Kota Nanang Haryono menyampaikan ungkapan duka cita mendalam serta menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan di Jakarta.
“Teman-teman yang sudah menyampaikan tuntutan, baik yang pertama maupun kedua, kami sebagai kepanjangan tangan dari pimpinan, memohon maaf dengan setulus hati atas peristiwa yang menimpa almarhum Affan Kurniawan di Jakarta,” ucap Nanang.

Sementara Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo juga mengimbau agar massa menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak tertentu. “Kami berharap rekan-rekan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk membuat kericuhan dan memecah belah persatuan. Mari kita hormati perjuangan almarhum dengan cara yang damai,” pesannya.
Meski demikian, massa yang tersulut provokasi bertindak anarkis. Massa yang semula datang untuk menggelar doa bersama dan menyampaikan aspirasi justru menggelar aksi anarkis, bahkan masa aksi terus bertambah dan melakukan tindakan-tindakan yang memicu kerusuhan.

Ratusan prajurit TNI dikerahkan ke lokasi untuk berdialog dengan massa dan meredam suasana. Namun upaya tersebut tidak cukup lantaran sebagian massa masih melontarkan provokasi dan melempari petugas. Selanjutnya, aparat gabungan mengambil tindakan terukur dengan komitmen menjaga keamanan, mengedepankan langkah humanis, serta terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
Aparat dan masyarakat sepatutnya membangun komunikasi yang sehat, mencegah provokasi, serta memperkuat sinergi demi menjaga kondusivitas wilayah. Dengan demikian, diharapkan situasi dapat kembali kondusif dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara yang damai. (lil).