Amran Lakoni Ditarik Kejagung, Kejari Kota Malang Gelar Farewell Party 

22 October 2019 - 18:27 WIB
Kajari, Amran Lakoni menerima cinderamata dari Kasi Pidsus, Ujang Supriyadi

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Kepala Kejaksaan Negeri  (Kajari) Kota Malang Amran Lakoni promosi ke pusat. Dia ditarik ke Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai bulan depan. 

Untuk itu seluruh pejabat dan staf Kejaksaan Negeri  (Kejari) Kota Malang menggelar Farewell Party (perpisahan), Selasa (22/10/2019). 

Perpisahan yang digelar di Aula Kejari Kota Malang itu berlangsung haru. Maklum, Kajari Amran Lakoni terkenal sangat dekat dengan para stafnya. 

Kajari Kota Malang, Amran Lakoni bersama istri saat memberikan sambutan dalam Farewell Party.

Mereka merasa banyak kenangan indah selama menunaikan tugas bersama Kajari Amran Lakoni. Sesuai agenda, dalam waktu dekat, Amran Lakoni akan melakukan  serah terima jabatan di Kejati Jawa Timur.

Makanya,  para staf Kajari Kota Malang mendahului melakukan Farewell Party.  Dalam acara itu, Amran juga didampingi sang istri tercinta Desni Walti. 

Pria kelahiran  17 Agustus 1964 di Desa Remban, Kabupaten Musi Rawas Utara, Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) itu akan berpindah tugas ke Kejagung. Berbagai prestasi, ditoreh pria yang menjalankan tugasnya selama satu tahun dan tujuh bulan di Kota Malang. Seperti salah satunya penyelamatan aset bangunan milik Pemkot Malang.

Sebab itu, dalam perpisahan yang juga dihadiri anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini itu, berbagai kesan  positif muncul. Terutama dari para kepala seksi di Kejari Kota Malang.

Kasubbag Bin, Heru BW (tiga dari kiri) bersama para Kasi yang bergantian memberikan pepatah kata diperuntukan Kajari

“Pak Amran luar biasa,” kata Kasubbag Bin Kejari Kota Malang, Heru BW, SH mewakili seluruh pegawai Kejari Kota Malang. “Sebenarnya ingin mengadakan acara khusus, namun banyak yang mendesak untuk diadakan, akhirnya jadilah acara farewell party ini,” tambahnya.

Selama menjabat, tambah kepala seksi lainnya. Amran terlalu baik untuk hal-hal positif. Semua pekerjaan terlalu mudah. Amran juga jarang marah. “Walaupun saya baru empat bulan menjabat, tapi sudah merasakan nyaman  bekerja dan kekeluargaan lebih kental,” papar Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Wahyu Hidayatullah, SH dan Kasi Pidsus, Ujang Supriyadi, Kasi Intel Yusuf Hadiyanto serta Kasi Datun Dian Purnama dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti, Kusuma.

Kajari Amran Lakoni bersama istri pose dengan istri para kasi

Mendapat banyak kesan positif, Amran yang didapuk memberikan sambutan di panggung bersama Dessy, panggilan istrinya mengaku tidak bisa marah kepada anak buahnya untuk menjaga agar tidak ada ketersinggungan. “Tapi saya perintahkan teman lain untuk menegur,” ujar pria yang mengawali karir jaksa di Kejari Bengkulu itu.

Termasuk ketika ia memilih untuk berkeliling dahulu ke semua ruangan seksi-seksi yang ada di Kejari Kota Malang, setiap pagi sebelum masuk ruangan kerjanya. Ia berpesan kepada semua anak buahnya untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan. “Kita tidak ada apa-apanya kalau tidak bersatu dan kompak,” tegasnya. (lil)