Aset Capai Rp 135 Miliar, Koperasi SBW Bakal Bangun Apartemen

21 February 2019 - 19:37 WIB
Ketua Umum Koperasi SBW Sri Untari didampingi Yohana dari Kementerian Koperasi.
Ketua Umum Koperasi SBW Sri Untari (kanan) didampingi Yohana dari Kementerian Koperasi.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Pertumbuhan Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) sangat menakjubkan. Aset yang dimiliki sudah mencapai Rp 135 miliar. Untuk itu, koperasi yang dimotori Sri Untari tersebut akan membangun apartemen.

Rencana tersebut diungkapkan Ketua Umum SBW, Dra Sri Untari MAP, saat pelaksanaan Rapat Umum Anggota (RAT), di Jl. Raden Intan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (21/02/19).

Dia menjelaskan bila Koperasi SBW mengalami peningkatan. Beragam bisnis unit usaha bertambah. Seiring dengan kebutuhan masyarakat, kata dia, pertumbuhan telah mencapai diatas 7 persen.

Makanya, Sri Untari yang juga anggota DPRD Jatim ini yakin para anggota  semakin mantap berinvestasi di Koperasi SBW ini. Mengingat unit bisnisnya semakin banyak dan berkembang.

RAT Koperasi SBW yang dihadiri ribuan anggotanya.
RAT Koperasi SBW yang dihadiri ribuan anggotanya.

“Pertumbuhannya  sudah mencapai diatas 7 persen. Untuk itu kami akan segera maauk ke bisnis properti, berupa apartemen,” tuturnya.

Menurut Sekretaris DPD PDIP Jatim ini,  perkembangan ekonomi mikro saat ini dalam kondisi baik baik saja. Tercermin dari kondisi pertumbuhan di SBW. Bahkan aset SBW sudah mencapai Rp 135 miliar, yang berupa toko, simpan pinjam, kuliner dan segera aset apartemen.

Dengan jumlah anggota hampir mencapai 10 ribu, Sisa Hasil Usaha sudah pada kisaran hampir satu miliar. Pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatangan dengan koperasi besar dari salah satu provider phone cell.

“Semua itu, berawal dari komitmen semua anggota, para pengurus, karyawan dan beberapa pihak. Menurutnya, kalau seluruh rakyat mau berkoperasi, taraf hidup masyarakat akan meningkat. Itu sudah melalui penelitian kami. Hal itu akan bisa membantu pemerintah,” lanjutnya.

Disinggung saat ini sudah era digitalisasi, pihaknya mengaku penjualan kebutuhan masyarakat sudah melalui Financial Technology (fintech).

Lebih lanjut Untari menjelaskan, bahwa pada RAT kali ini, terasa sangat istimewa. Mengingat sejumlah pejabat koperasi baik dari daerah, Regional dan dari pusat berkenan hadir. (lil)