MALANG (SurabayaPost.id) – Di tengah maraknya calon pengantin mencari inspirasi pernikahan lewat Instagram dan TikTok, Atria Hotel Malang menghadirkan perspektif berbeda tentang persiapan wedding melalui podcast Wedding Series bertajuk “Behind The Wedding: Hal yang Nggak Pernah Dibahas WO ke Klien”.
Podcast tersebut dipandu MC Ipin Irfani, dengan menghadirkan dua narasumber yakni Yusnie selaku Director of Sales & Marketing Atria Hotel Malang dan Gusgianto Aris Wijaya, Owner Edelweiss Event Organizer.
Dikemas santai namun mendalam, podcast ini mengupas sisi lain persiapan pernikahan yang jarang terlihat oleh calon pengantin. Mulai dari cara memilih vendor di tengah tren media sosial, memahami kualitas vendor dalam paket all-in wedding, hingga dinamika koordinasi di balik layar sebelum acara dimulai.
Menurut Yusnie, media sosial memang menjadi sumber utama referensi calon pengantin. Namun, tampilan visual yang menarik belum tentu menggambarkan bagaimana vendor bekerja di situasi nyata hari-H.
“Foto dan video tentu membantu calon pengantin mendapatkan inspirasi awal. Namun ketika datang langsung, mereka bisa merasakan atmosfer venue, melihat ruang secara keseluruhan, memahami flow tamu hingga membayangkan bagaimana konsep wedding nantinya akan diwujudkan. Hal-hal seperti ini sulit dirasakan hanya melalui layar,” ujar Yusnie.
Pembahasan ini relevan dengan banyaknya paket wedding yang menawarkan venue, dekorasi, Wedding Organizer (WO), entertainment hingga dokumentasi dalam satu paket. Calon pengantin diajak tidak hanya melihat kelengkapan paket, tetapi juga memahami siapa pihak yang akan terlibat di hari penting mereka.

Owner Edelweiss Event Organizer, Gusgianto Aris Wijaya, menekankan peran WO bukan sekadar menjalankan rundown.
“Yang dilihat pengantin mungkin hanya acara yang berjalan dari awal sampai selesai. Padahal di belakangnya ada banyak komunikasi dan keputusan kecil yang harus dilakukan dengan cepat. WO harus memastikan vendor, keluarga dan venue berjalan dalam ritme yang sama supaya pengantin tetap bisa menikmati hari mereka,” jelasnya.
Dari sisi hotel, persiapan dilakukan jauh sebelum ballroom dibuka. Penataan ruangan, kesiapan makanan, koordinasi banquet, akses vendor hingga detail pelayanan menjadi rangkaian yang saling berkaitan.
“Wedding bukan pekerjaan satu pihak. Hotel, WO, vendor dan keluarga harus memiliki komunikasi yang baik. Ketika seluruh tim memahami perannya masing-masing, pasangan tidak perlu terlalu banyak memikirkan detail teknis dan bisa lebih menikmati momen spesial mereka,” tambah Yusnie.
Podcast “Behind The Wedding” juga membahas relevansi Wedding Fair di era digital. Bertemu langsung dengan vendor memberi kesempatan pasangan untuk berdiskusi detail, melihat karakter vendor, membandingkan konsep, hingga memahami kesesuaian layanan dengan kebutuhan mereka.
Hal tersebut menjadi jembatan menuju agenda besar Atria Wedding Fair 2026 – “Forever Begins Here”, yang akan digelar pada 17–18 Oktober 2026 di Atria Hotel Malang.
Melalui Wedding Fair ini, calon pengantin dapat mengeksplorasi berbagai inspirasi pernikahan, bertemu langsung dengan vendor pilihan, melakukan konsultasi, hingga melihat venue secara langsung.
“Kami ingin Wedding Fair ini tidak hanya menjadi tempat mencari promo atau vendor. Kami ingin calon pengantin bisa datang, berdiskusi, melihat venue secara langsung dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai seperti apa wedding yang benar-benar sesuai dengan mereka,” pungkas Yusnie.
Atria Hotel Malang berharap, Wedding Fair ini bisa menjadi langkah awal bagi pasangan yang bahkan belum memiliki konsep wedding untuk mengumpulkan referensi dan memahami prioritas sebelum menentukan pilihan. (lil).
