Banyak Santri Ikut Vaksin, Gubernur Lega

7 August 2021 - 22:41 WIB
Pengasuh Ponpes Gasek, KH Marzuqi Mustamar memberikan sambutan atas kedatangan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa berserta Forkopimda Jatim yang meninjau pelaksaan vaksin

MALANG (SurabayaPost.id) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/8/2021). Dia mengaku lega karena banyak santri ikut vaksin.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kedatangannya bersama rombongan Forkopimda Jawa Timur, Pangkoarmada II melihat vaksinasi dan memberikan bantuan sembako.

“Terima kasih banyak kalau santri dari Ponpes Sabilurrosyad hari ni sudah divaksin,” ucap Khofifah, di halaman Ponpes Gasek, Sabtu (7/8/2021).

Terkait vaksinasi ini, sebelumnya telah diberikan tugas oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendata, seandainya melakukan vaksinasi di pondok pesantren bagaimana. Kemarin baru berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama dan Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) yang menaungi ponpes-ponpes.

Tapi kenyataannya berbeda, di Ponpes Sabilurrosyad sudah dilakukan. Padahal di Kementerian Kesehatan baru pendataan mana saja pesantren yang akan divaksin secara massal.

“Alhamdulillah, jadi ini bukan selangkah di depan, tapi lompatannya luar biasa,” terang Khofifah.

Khofifah menambahkan, semoga percepatan vaksinasi di pondok pesantren bisa direalisasikan seperti di Pondok Gasek ini. Tidak hanya itu, vaksinasi ini juga sebagai contoh kepada masyarakat dan pengasuh lain. Kalau vaksinasi itu halal dan tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

“Mugi sedanten (red, semoga semua) memberikan manfaat barokah,” pungkas gubernur wanita pertama di Jatim ini.

Sementara, Pengasuh Ponpes Gasek, KH Marzuqi Mustamar menuturkan, pondoknya kejatuhan berkah, ketika ada pengumuman dari Kemenkes. Kala anak yang bisa divaksin mulai umur 12 tahun, pihaknya langsung menghubungi pihak rumah sakit.

Rumah sakit yang dihubungi ialah Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma). Kemudian juga mencari kuota ke kepolisian, yakni Polresta Malang Kota, dalam hal ini Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto.

“Alhamdulilah disanggupi, dan hari ini realisasi,” terang KH Marzuqi.

Kiai yang sekaligus Dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut mengucapkan, terima kasih atas semua dukungan dan bantuan yang diberikan kepada santri. Baik dari Gubernur Jatim, Forkopimda Jatim dan Kota Malang serta tenaga kesehatan (nakes).

“Kami keluarga besar Pondok Pesantren Sabillurosyad mengucapkan terima kasih,” pungkasnya. (Lil)