Beri Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana ke Relawan, Walikota Sutiaji: Manajemen Penanggulangan Bencana Alam Harus Diperkuat

Walikota Malang H Sutiaji memberikan piagam penghargaan kepada para Camat
Walikota Malang H Sutiaji memberikan piagam penghargaan kepada para Camat

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Bencana alam tidak bisa diprediksikan dan akan datang secara tiba-tiba. Hal itu membuat manusia juga harus siap siaga ketika bencana alam akan datang.

Mengingat, Kota Malang seringkali terjadi bencana alam seperti angin kencang hingga banjir di permukiman warga.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menggelar pelatihan kepada 20 relawan se-kecamatan di Hotel Montana Dua, Kota Malang.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, bahwa manajemen penanggulangan bencana alam harus diperkuat dari, sektor kampung tanggu, kelurahan, hingga kecamatan.

“Dari catatan tahun 2022 lalu, ada 481 kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Kota Malang. Ini harus diwaspadai,” ujarnya, Selasa (18/07/2023).

Sutiaji menyebut ada beberapa langkah dalam kesiapsiagaan saat bencana alam datang. “Ini butuh empat bagian yang harus dilakukan dalam penanggulangan bencana alam. Yaitu, rehabilitasi dan rekonstruksi, tanggap darurat, pencegahan dan mitigasi, serta kesiapsiagaan,” tuturnya.

BPBD Kota Malang memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana ke 20 Relawan Se- Kecamatan, Walikota Sutiaji: Manajemen Penanggulangan Bencana Alam Harus Diperkuat
BPBD Kota Malang memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana ke 20 Relawan Se- Kecamatan, Walikota Sutiaji: Manajemen Penanggulangan Bencana Alam Harus Diperkuat

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Prayitno bilang, meski sumber daya manusia di BPBD Kota Malang belum maksimal, namun dibutuhkan pemahaman terkait kesiapsiagaan saat terjadinya bencana alam.

Tentunya, ini menjadi perhatian khusus bagi Pemkot Malang kepada kami bagaimana bisa memanfaatkan sdm kami yang kurang tapi bisa maksimal,” kata di.

Prayitno juga menambahkan, dengan adanya pelatihan kepada 20 relawan dan personel nya diharapkan bisa maksimal dalam kesiapsiagaan kebencanaan.

“Terlebih lagi, mereka dapat memahami SOP saat mendirikan dapur umum hingga evakuasi warga yang bisa dilakukan secepatnya, tanpa menunggu kehadiran dari BPBD dilokasi,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.