BI Malang Kuatkan Industri Fashion Lokal Lewat Gernas BBI

21 August 2021 - 13:25 WIB
Nasitional webinar fashion yang digelar BI Malang

MALAMG (SurabayaPost.id) – Bank Indonesia (BI) Malang tak pernah henti untuk menguatkan industri fashion lokal lewat kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). 

“Hal itu untuk mendorong pelaku UMKM go digital. Sehingga kehadiran produk-produk lokal yang inovatif,  memiliki daya saing tinggi dan menarik masyarakat untuk mencintai dan membeli produk-produk UMKM,” kata Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, Jumat (20/8/2021). 

Makanya, kata pria yang akrab disapa Azka ini, BI Malang turut mendukung penyelenggaraan Gernas BBI. Salah satunya, terang dia,  melalui kegiatan Webinar Nasional dengan tema “Menguatkan Industri Fashion Lokal Yang Berdaya Saing Global”. 

Kegiatan tersebut, kata Azka, merupakan pembuka rangkaian kegiatan dari Malang Fashion Week 2021 yang merupakan satu dari empat event fashion terbesar di Indonesia. Dia sebutkan  seperti  Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week, Yogya Fashion Week yang sudah dilaksanakan secara konsisten mulai tahun 2018. 

Kepala BI Malang Azka Subhan Aminurridho

Dijelaskan dia bila pelaksanaan Webinar Road to Malang Fashion Week 2021 diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus 2021. Sedangkan rangkaian kegiatan Malang Fashion Week 2021 akan diselenggarakan pada bulan September 2021. 

Rangkaian kegiatan itu, kata dia,  meliputi capacity building, talkshow, workshop desain. Selain itu, produk koleksi, business matching serta kurasi produk UMKM.

Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang bersama Bank Indonesia Malang dan stakeholders lainnya  terang Azka,  menggandeng para desainer lokal dan internasional. “Kegiatan ini mempertemukan antara desainer dengan pelaku industri fashion/ UMKM,” jelas dia. 

Azka yang mantan pejabat BI Bandung ini menyampaikan jika rangkaian Malang Fashion Week (MFW) 2021 dalam bentuk  webinar menampilkan narasumber nasional dari praktisi fashion serta social entrepreneur. Hal itu, kata dia, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan industri fashion  dengan munculnya brand/merek lokal produk-produk yang memiliki daya saing global. 

Selain itu, tandas mantan pejabat BI Denpasar ini,  juga mendorong pelaku usaha fashion di Indonesia terus berekspansi ke pasar halal global atau dunia. Untuk mendorong promosi dan pemasaran fashion di Indonesia  tegas dia, perlu diperkuat melalui pemanfaatan marketplace yang berbasis teknologi digital.

Untuk itu, tak berlebih bila kegiatan webinar bertema “Menguatkan Industri Fashion Lokal Yang Berdaya Saing Global” itu didukung  Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan Aminurridho serta Founder IFC-Bapak Agus Sunandar. 

Dalam acara tersebut menghadirkan narasumber nasional. Itu antara lain Viringga Kusuma (Social Entrepeneur) dengan topik Membangun Kewirausahaan Sosial, Leny Agustin (Fashion Desainer) dengan topik Desain Daya Lokal untuk Tren Global.  Selain itu, Tee Dina Mediani (Fashion Trend Expert) dengan topik Trend Forecasting serta Dr. Edi Purwanto (Ketua Yayasan Insan Cita Agro Madani) dengan topik Halal Life Style.

Tee Dina saat presentasi tentang fashion..

Acara tersebut menarik minat banyak kalangan. Sehingga  peserta yang mengikuti zoom webinar endapan 1000 orang. Mereka  terdiri dari komunitas fashion dan desainer, para pelaku bisnis/UMKM, Dekranasda, Dinas terkait, serta kaum milenial.  

BI  Malang,  kata Azka,  mengapresiasi sinergitas dan kolaborasi  bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang, Pemerintah Kota Malang serta Pemerintah Kabupaten Malang dalam penyelenggaraan Malang Fashion Week 2021 serta para pendukung kegiatan lainnya. 

Menurut Azka, IFC Malang sebagai perkumpulan wirausaha dan perancang mode di Indonesia telah menjadi partner untuk memperkuat industri fashion di Indonesia khususnya di Malang Raya.

Pada era pandemik ini, kata dia, sinergitas antar lembaga merupakan hal yang penting dalam upaya pemulihan ekonomi daerah dan nasional. Khususnya dalam pengembangan sektor UMKM yang memiliki andil cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. 

“Melihat besarnya peluang pengembangan UMKM di wilayah KPw BI Malang, maka event Malang Fashion Week 2021 ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas produk UMKM fashion serta mendukung pemulihan ekonomi daerah,” pungkaanya. (@ji)